PDIP dan Nasdem Rekom Anna-Fritz, Demokrat ‘Gerah’
Anonymous
Metro
RILISID, Metro — Rekomendasi PDI Perjuangan yang disusul Partai Nasdem dalam pemilihan Wali Kota Wakil Wali Kota Metro kepada Anna dan Fritz, membuat Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat setempat ‘gerah’
Buktinya, partai bintang mercy itu kian intens membanung komunikasi dengan sejumlah Partai Politik (Parpol) yang belum menentukan pilihan.
Salah satunya dengan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Metro.
Sekretaris DPC Demokrat Metro Fahmi Anwar mengaku, pihaknya selalu terbuka dengan PKS. Bahkan memiliki sejarah hubungan yang baik di Metro. demikian hubungan pada tingkat nasional atau pusat.
"Pak Djohan telah diberikan surat tugas dari DPP Demokrat untuk mencari wakil dan koaliasi. Nah, dengan situasi saat ini, kami percaya, dengan segala kerendahan hati, mengajak PKS dan PAN yang belum menentukan koalisi, untuk bersama-sama menjadi poros baru," kata dia Rabu (17/6/2020).
Ia menambahkan, Demokrat mengajak untuk bersama-sama membangun Metro.
"Jadi bukan siapa dimana atau jadi apa. Karena untuk Metro lebih baik, kita perlu bersama. Sekali lagi, kami optimistis bisa bersama-sama. Doakan saja dalam waktu dekat ini," paparnya.
Terpisah, Ketua DPD PKS Kota Metro Ahmad Khuseini mengatakan, pihaknya telah menjalin komunikasi yang sangat baik dengan Demokrat dan PAN, maupun para tokoh yang ada di Bumi Sai Wawai. Termasuk dengan calon yang akan maju dari Demokrat.
"Kami sudah komunikasi langsung dengan Bang Djohan. Mulai dengan tim, baik saya pribadi ataupun Pak Mufti Salim. Untuk kemajuan Metro, untuk yang lebih besar kami sepakat. Bukan semata soal pencalonan. Tiga empat hari ke depan kami akan mengambil sikap, mudah-mudahan ada komposisi terbaik," bebernya
Selain itu, pihaknya juga telah bertemu dengan PAN. "Sudah ada obrolan tinggal komunikasi lebih intens kembali, apakah PAN ini nanti bisa bersama untuk berkoalisi. Hari ini kita akan bertemu kembali," terangnya.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
