PBNU Ancam Tarik Dukungan Demi Cak Imin, PKB: Jokowi Pasti Dengar
Zulhamdi Yahmin
Jakarta
RILISID, Jakarta — Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memahami kegelisahan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang mengancam akan menarik dukungan bila Joko Widodo (Jokowi) tak segera memberi kepastian terhadap Muhaimin Iskandar (Cak Imin) terkait cawapres.
Menurut Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP PKB, Daniel Johan, kegelisahan PBNU itu pasti didengar dan dipertimbangkan oleh Jokowi.
"Saya yakin Pak Jokowi akan mendegarkan dengan mendalam aspirasi para kiai dan mengabulkannya," kata Daniel kepada rilis.id, Selasa (7/6/2018).
Johan mengatakan, para kiai NU yang mendukung Cak Imin jadi cawapres Jokowi sudah melalui pertimbangan dan perhitungan yang matang. Pasalnya, para kiai itu meyakini bahwa Ketum PKB itu bisa membawa kemenangan bagi Jokowi di Pilpres 2019 nanti.
"Masukan itu berdasarkan hitungan bumi dan langit para kiai bahwa Cak Imin akan membawa kemenangan untuk Pak Jokowi melalui proses spiritual yang mendalam dan masukan-masukan rakyat di basis," ujarnya.
Meski begitu, ungkap Daniel, ancaman para kiai yang akan menarik dukungan kepada Jokowi bila tak memilih Cak Imin tidak mempengaruhi kesolidan PKB di koalisi. Bahkan, ungkap dia, PKB juga tidak ada niat untuk keluar dari koalisi pendukung Jokowi tersebut.
"Kita enggak kebayang sama sekali akan keluar dari koalisi Jokowi," ungkapnya.
Dia mengaku, hingga saat ini PKB masih yakin bahwa Jokowi akan memilih Cak Imin sebagai cawapresnya. Apalagi, dengan banyaknya dukungan dari berbagai pihak yang ingin Jokowi berpasangan dengan Cak Imin.
"Iya, kita yakin," tegasnya.
Sebelumnya, Wakil Ketua Rais Aam atau penasihat PBNU, Kiai Najib Abdul Qodir, mengeluarkan ultimatum terkait ketidakpastian Cak Imin sebagai cawapres.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
