Menuju Panggung Senayan, Ini Perintah Zulkifli Hasan untuk Agus BN
Anonymous
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Di lingkaran pengurus DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Lampung, nama Agus Bhakti Nugroho, bukan sosok pemula. Kiprahnya cukup membumi dalam merintis partai besutan Amien Rais itu sejak era reformasi 1998.
Petualangannya di panggung politik lokal, membuatnya makin matang. Baik dalam bertindak dan bersikap di ranah politik. Torehan kegagalan demi kegagalan menuju kursi parlemen, sampai pencalonannya sebagai Wakil Bupati Tanggamus, menjadi pelajaran berharga untuk tetap melangkah secara konsisten di bawah bendera PAN.
Merasakan asam-garam perjalanan politik, akhirnya menemukan titik terang. Pria berkacamata, yang fasih berbahasa Jawa itu, dipercaya duduk sebagai Anggota DPRD Lampung, menggantikan Azizi dalam proses Pergantian Antar Waktu (PAW) beberapa waktu lalu.
Di ruang politik formal, Agus memainkan perannya sebagai Ketua Fraksi PAN DPRD Provinsi Lampung. Desakan kepentingan legislatif, sampai pesan-pesan khusus yang disuarakan oleh partainya, tentu bukan persoalan mudah untuk diimplementasikan.
Contoh saja, terjadinya gesekan pasca Pilgub Lampung 27 Juni 2018. PAN secara tegas menolak pansus money politics lewat argumen yang telah disampaikan dalam pandangan fraksi dan berbagai dialog. Menurut PAN, dasar UU menjadi acuan. Bukan sekadar tata tertib dewan, yang secara jelas tidak masuk pada ranah hasil pilgub.
Tapi kondisi berkata lain, PAN dituntut masuk dalam pansus. Kepiawaian Fraksi PAN kembali diuji dalam memainkan perannya di pansus bentukan mayoritas fraksi di DPRD Lampung.
”Ombak semakin deras mas. Kerja politik ini menuntut kita untuk mengikuti arah angin. Tak apa, tak perlu juga gusar. Langkah PAN tetap konsisten memenangkan pertarungan pilgub sampai final,” tutur politisi yang bergabung sejak kepengurusan Ibnu Hajar, tepatnya sebelum pemilu 1999, Jumat (13/7/2018).
Disinggung, soal rencana menuju kursi senayan pada Pileg 2019 mendatang, Agus sempat melepas tawa.
”Kira-kira saya ini sudah pas apa belum ya mas?” jawab ABN, balik bertanya.
Agus beberapa kali menghindar ketika ditanya soal pencalonannya. Dengan alasan, konsentrasi saat ini adalah tugas partai untuk mengawal jalannya pansus.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
