Menuju Panggung Senayan, Ini Perintah Zulkifli Hasan untuk Agus BN
Anonymous
Bandarlampung
”Yang pasti ini datangnya bukan dari diri sendiri. Tapi ini amanah, dan dorongan dari rekan-rekan di PAN,” tuturnya.
Nah, dalam konteks pencalonan DPR RI, daerah pemilihan Lampung I (Lamsel, Bandarlampung, Pesawaran, Prengsewu, Tanggamus, Pesisir Barat, Lampung Barat dan Metro), Agus merasa memiliki tanggung jawab yang harus dijalankan.
Ini terlepas dari kemampuannya menguasai teritorial wilayah sampai amunisi dalam proses pemenangan. Karena Agus begitu menyadari, sulitnya menembus kursi senayan di tengah persaingan yang begitu ketat. Terlebih, kontestan mayoritas tokoh-tokoh nasional yang sudah memiliki pengalaman dalam pertarungan.
”Saya cerita sedikit ya. Sore hari menjelang magrib, Ketua umum PAN, Zulkifli Hasan menghubungi saya. Dalam teleponnya saya diperintahkan mencabut berkas untuk pencalonan DPRD Provinsi. Sontak saya kaget,” tutur Agus.
Ketua MPR RI, sambung Agus meminta dirinya mendaftarkan diri sebagai anggota DPR RI. Dengan alasan, partai membutuhkan dirinya, untuk memperkut posisi tawar PAN di panggung politik nasional.
Ditambahkan Agus, Bang Zulhasan-sapaan akrab sosok yang dicalonkan sebagai kandidat capres itu, berharap PAN berbenah dan dituntut mampu mewarnai pembangunan lewat jalur politik secara ril bukan retorika semata.
PAN juga harus mampu menguasai kursi parlemen baik secara kuantitas maupun kualitas. Dan PAN juga harus mampu merangkul kekuatan umat, dan masuk pada ruang-ruang sempit untuk berdiplomasi.
Pesan dan keinginan, Zulkifli Hasan itu, yang menurut Agus, menjadi tantangan tersendiri. Terlebih menjelang pilpres dan pileg 2019.
”Kalau dihitung-hitung, sebenarnya banyak kader di dalam yang lebih layak dibandingkan saya, jujur saja. Saya sendiri sempat bingung kenapa kok saya,” ungkapnya.
Muncul keraguan awalnya, tapi kondisi itu makin terkikis setelah Ketua DPW PAN Lampung Zainudin Hasan, juga meminta hal yang sama.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
