Menguji Rasionalitas Pemilih di Pilpres, Jokowi atau Prabowo?

Default Avatar

Anonymous

Jakarta

13 Oktober 2018 09:25 WIB
Elektoral | Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman.
Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman.

RILISID, Jakarta — Peneliti dari lembaga Saiful Mujani Research & Countsulting (SMRC), Saidiman Ahmad menilai, rasionalitas publik akan diuji dalam Pilpres 2019 mendatang.

Apakah publik akan cenderung melihat fakta-fakta serta rekam jejak pasangan calon. Ini berbeda dengan perhelatan pesta demokrasi pada 2014 lalu.

"Waktu itu tidak ada calon petahana, sehingga rasionalitas publik dihadapkan pada hal yang belum dapat terlihat," kata Sadiman seperti dilansir Antara di Jakarta, kemarin.

Pada masa itu publik meraba mengenai sosok Jokowi maupun Prabowo. Jadi, peluang munculnya hoaks dan fitnah sangat tinggi. Berbeda dengan sekarang ini.

Dengan adanya Jokowi selaku capres petahana maka publik cenderung akan melihat hal-hal fundamental seperti rekam jejak dan platform.

"Dalam situasi adanya 'incumbent', isu yang menarik adalah yang berhubungan dengan kebutuhan sehari-hari yang dirasakan langsung," jelasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Asrul Sani, mengatakan pihak oposisi harusnya menawarkan konsep yang lebih baik dari yang sudah dijalankan pemerintah.

"Bukan mengeluarkan pernyataan yang menakuti rakyat. Lalu, mengkritisi atau menyalahkan pemerintah," kata dia di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta.

Karena, kalau kata dia, oposisi memiliki daya pembeda dengan pemerintah. Jadi konsep yang ditawarkan sebaiknya lebih terasa bagi publik.

Apa yang ditunjukkan pihak oposisi selama ini hanya pernyataan-pernyataan yang menakuti rakyat. Misal, Indonesia akan bubar atau  sistem ekonomi yang kacau.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya