Ma'ruf Amin Mau Ketemu Habib Rizieq, PA 212 Tegaskan Haram Pilih Jokowi

Zulhamdi Yahmin

Zulhamdi Yahmin

Jakarta

15 Agustus 2018 11:55 WIB
Elektoral | Rilis ID
Presiden Jokowi.  FOTO: Dok Setkab.
Rilis ID
Presiden Jokowi. FOTO: Dok Setkab.

RILISID, Jakarta — Persaudaraan Alumni (PA) 212 meminta calon wakil presiden (cawapres) Ma'ruf Amin tak merayu Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab untuk mendukung Joko Widodo.

Menurut Jubir PA 212, Novel Bamukmin, rencana Ma'ruf yang akan menemui Rizieq di Makah itu akan menjadi berkah bila murni untuk silaturahmi, bukan meminta dukungan di Pilpres 2019. 

"Kunjungan itu menjadi berkah kalau Kiai Ma'ruf tidak menarik perhatian untuk dukung-mendukung," katanya kepada rilis.id, Rabu (15/8/2018). 

Novel menilai, Jokowi beserta pendukungnya sulit dilupakan lantaran membela mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dalam kasus dugaan penistaan agama.

Hingga saat ini, menurut dia, Jokowi dan para pendukungnya juga masih tak bisa dilepaskan afiliasi politiknya dengan Ahok. Apalagi, menurutnya, pembelaan Jokowi waktu itu dinilainya sampai mengkriminalisasi ulama. 

"Jokowi dan pendukungnya sulit dilepaskan dari pendukung penista agama yang habis-habisan dibela sampai mengorbankan ulama," ujarnya. 

Pria yang akrab disapa Habib Novel itu menegaskan, pihaknya tak akan mendukung Jokowi meskipun mantan Wali Kota Solo itu bertobat dan mengubah afiliasi politiknya.

Karena menurutnya, sejak awal pihaknya telah sepakat untuk mengganti presiden di 2019 mendatang. 

"Kalau pun Jokowi tobat full berubah 180 derajat, maka kami serahkan kepada masyarakat silakan mau pilih siapa," ujarnya.

"Akan tetapi kalau Jokowi tidak tobat malah mengorbankan ulama demi menutupi kemungkarannnya, maka Insya Allah kami serukan masih haram bahkan lebih haram dipilih sebagai capres," tambahnya.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Unknown
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya