Khofifah Effect, Muslimat dan Pilkada Jatim 2018
Budi Prasetyo
Surabaya
RILISID, Surabaya — Lima kader muslimat NU berhasil memenangkan pertarungan dalam Pemilihan Kepala Daerah serentak 2018. Kelima kader muslimat yang berhasil memenangkan pertarungan itu adalah Ketua PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa yang berhasil menjadi Gubernur Jawa Timur, Wali Kota terpilih Mojokerto Ika Puspitasari yang merupakan ketua bidang sosial PC muslimat NU Kabupaten Mojokerto.
Mundjidah Wahab ketua PC muslimat NU Jombang, Bupati terpilih Jombang. Ana Muawanah sekretaris IV PP muslimat NU terpilih Bupati Bojonegoro dan Lilik muhibah terpilih Ketua PC Muslimat Kediri yang terpilih menjadi wakil wali kota Kediri.
Menanggapi fenomena tersebut, pengamat politik dari Universitas Trunojoyo, Madura, Mochtar W Oetomo menilai, terpilihnya kader muslimat di beberapa Pilkada 2018 merupakan imbas dari adanya 'Khofifah Effect'.
"Kejayaan muslimat di Pilkada serentak 2018 ini tentu tdk lepas dari adanya Khofifah effect yang sang ketua PP muslimat yang maju dalam konstestasi pilgub jatim utk yang ketiga kalinya," katanya, Selasa (9/7/2018).
Dia mengatakan, kegigihan dan gaya politik santun yang ditunjukkan Khofifah menjadi semangat dan inspirasi para kader untuk berjuang memenangkan Pilkada. Mereka pun percaya diri untuk bertarung merebut kemenangan.
"Khofifah telah menberikan inspirasi pada banyak kader muslimat untuk percaya diri, tidak kenal menyerah meski sudah dua kali kalah," tambahnya.
Mochtar menambahkan, Khofifah effect ini telah melahirkan soliditas yang luar biasa di kalangan muslimat untuk memberikan suaranya di Pilgub Jatim dan di daerah yang ada kader muslimat maju Pilgub dan Pilwali.
"Mobilisasi hingga ke daerah dan akar rumput dengan sendirinya berlaku secara alamiah, solid dan utuh di kalangan muslimat. demi membuktikan bahwa kekuatan muslimat itu solid, kokoh dan utuh yang harus dipertimbangkan oleh kekuatan politik manapun," tambahnya.
Mochtar menambahkan, soliditas dan kekuatan kader Muslimat sendiri mengalahkan kekuatan mesin partai. Sehingga, bisa sukarela memenangkan kadernya yang ikut bertarung di Pilkada serentak 2018.
"Fenomena muslimat effect jni telah membuktikan bahwa kedepan muslimat bukan hanya akan menjadi entitas ormas yang menentukan tapi juga entitas politik yang layak diperhitungkan. soliditas politik muslimat telah terbukti mampu mengakahkan soliditas mesin partai atau entitas politik lainnya," tambahnya.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
