Karolin Ingatkan Masyarakat Kalbar Tak Nikah Dini
Anonymous
Sekadau
Ia mengatakan, perempuan usia 15 sampai 19 tahun juga memiliki kemungkinan dua kali lebih besar meninggal saat melahirkan ketimbang yang berusia 20 hingga 25 tahun. Sedangkan usia di bawah 15 tahun kemungkinan meninggal bisa lima kali.
"Perempuan muda yang sedang hamil, berdasarkan penelitian akan mengalami beberapa hal, seperti akan mengalami pendarahan keguguran, dan persalinan yang lama atau sulit. Kondisi inilah yang menyebabkan ibu yang akan melahirkan bisa meninggal," ujarnya.
Sedangkan dampak bagi bayi, menurut dia, kemungkinannya adalah lahir prematur, berat badan kurang dari 2.500 gram, dan kemungkinan cacat bawaan akibat asupan gizi yang kurang karena ibu muda belum mengetahui kecukupan gizi bagi janin. Di samping ibu muda juga cenderung stres.
Selain itu, katanya, dampak psikologis mereka yang menikah pada usia muda atau di bawah 20 tahun, secara mental belum siap menghadapi perubahan pada saat kehamilan.
"Persoalan lainnya adanya perubahan peran, yakni belum siap menjalankan peran sebagai ibu dan menghadapi masalah rumah tangga yang seringkali melanda kalangan keluarga yang baru menikah. Jadi, sekali lagi saya minta, jangan biarkan generasi muda kita menikah dini, karena menikah dengan usia yang matang, jelas perencanaan hidupnya juga akan lebih matang sehingga hidup bisa lebih berkualitas," pungkasnya.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
