Karolin Ingatkan Masyarakat Kalbar Tak Nikah Dini

Default Avatar

Anonymous

Sekadau

31 Mei 2018 15:15 WIB
Elektoral | Rilis ID
Cagub Kalbar, Karolin, saat kampanye dialogis di Kabupaten Sekadau. FOTO: Istimewa
Rilis ID
Cagub Kalbar, Karolin, saat kampanye dialogis di Kabupaten Sekadau. FOTO: Istimewa

RILISID, Sekadau — Calon Gunernur Kalbar nomor urut dua, Karolin Margret Natasa mengingatkan masyarakat Kabupaten Sekadau untuk tidak membiarkan anak-anaknya menikah muda dan memberikan pemahaman tentang pentingnya merencanakan sebuah keluarga.

"Biarkan anak-anak kita menyelesaikan pendidikannya dan upayakan sampai pada jenjang yang tinggi. Kalau belum selesai SMA saja sudah menikah, jelas generasi kita ke depan tidak akan bisa maju," tutur Karolin saat menggelar kampanye dialogis di Kecamatan Sekadau Hulu, Kabupaten Sekadau, Kamis (31/5/2018).

Dia menjelaskan, generasi muda perlu diberikan pemahaman agar tidak menikah muda dan tidak menggunakan narkoba.

Menurutnya pemahaman itu sangat penting diberikan, apalagi untuk generasi muda di daerah pedalaman.

"Mereka berhak mendapat pemahaman ini dengan tujuan untuk masa depannya. Mulai dari tidak menikah muda dan tidak menggunakan narkoba," tuturnya.

Karolin mengatakan, saat masih menjadi anggota DPR RI, dirinya bersama BKKBN dan Komisi IX DPR RI juga turun langsung ke lapangan, untuk memberikan pemahaman kepada generasi muda. 

Berdasarkan data dari BKKBN, Kalbar menjadi salah satu daerah tertinggi di Indonesia dalam hal menikah muda, khususnya untuk daerah pedalaman.

Karena itu, lanjut dia, pemahaman yang diberikan ini berguna bagi generasi muda, dengan harapan generasi muda yang ikut pemahaman bisa paham dalam merencanakan masa depan yang berkualitas.

"Untuk itu, orang tua sangat berperan dalam hal ini. Jangan anak baru lulus SMA langsung disuruh menikah karena itu jelas sangat berbahaya mengingat usia itu anak-anak masih sangat labil," lanjut Karolin.

Anggota DPR dua periode itu menambahkan, beberapa dampak negatif, di antaranya rentan terhadap perceraian, karena tanggung jawab yang kurang, dan bagi perempuan berisiko tinggi terhadap kematian saat melahirkan.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya