Ingat! Wartawan Harus Mundur Jika Jadi Caleg atau Tim Sukses
Muhaimin Abdullah
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Ketua Umum Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia, Sasmito Madrim, mengingatkan wartawan dan media tidak terlibat dalam kepentingan politik.
Hal ini ia sampaikan usai Diskusi Publik dan Pembukaan Posko Pengaduan Pekerja Media di Teman Kopi, Bandarlampung, Sabtu (25/2/2023).
"Pantauan kita, jurnalisnya sudah independen. Tapi, medianya terlibat kepentingan politik," jelasnya.
"Sehingga, memaksa dalam tanda kutip, jurnalisnya membuat berita ke kepentingan kelompok politik mereka," tambahnya.
Dia juga mengingatkan kode etik wartawan. Jika mereka menjadi calon legislatif atau tim sukses harus mundur dari dunia jurnalistik.
"Termasuk pimpinan perusahaan, apalagi pimred (pemimpin redaksi)," tandasnya.
Mundur ini menurut dia, perlu dilakukan. Sebab, karya jurnalistik wartawan yang berpolitik akan terkontaminasi kepentingan politik.
Untuk itulah, AJI saat ini sedang merumuskan pedoman untuk meliput pemilu.
"Mungkin sudah sekitar 80 persen selesai dan akan menjadi pedoman jurnalis di tanah air," bebernya.
Dalam pedoman tersebut, salah satunya berisi tentang liputan dari lembaga survei. Seperti, dari mana pendanaan lembaga survei tersebut. (*)
Jurnalis dan Politik
AJI
Jurnalis Lampung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
