Gerindra Tak Tersinggung dengan Pernyataan Ajakan Berantem Jokowi
Anonymous
Jakarta
RILISID, Jakarta — Sekretaris Jenderal partai Gerindra Ahmad Muzani menyayangkan pernyataan Joko Widodo yang meminta relawan berani diajak berantem. Pun begitu, Muzani menegaskan pihaknya tidak merasa tersinggung bahwa pernyataan Jokowi itu ditujukan kepada koalisi Prabowo.
Untuk itu Gerindra tidak akan merespon lebih jauh pernyataan Jokowi itu. Sebab akan memperparah kondisi bangsa Indonesia.
"Enggak (tersinggung). Tapi yang pasti tugas Presiden ketika dilantuk sebagai presiden di gedung ini adalah mempersatukan seluruh bangsa, mempersatukan seluruh wilayah, mempersatukan seluruh masyarakat dengan komponen berbeda, bukan mengadu," katanya, Jakarta, Senin (6/8/2018).
Lebih jauh, Muzani pun memandang ajakan tersebut tidak pantas dilontarkan oleh seorang Kepala Negara.
"Beliau adalah presiden, pemimpin oemerintahan, pemimpin kepala negara RI, kepala negara dari banyak suku, dari banyak etnis, agama dan banyak pulau dan banyak latar belakang. Tentu aja perbedaan itu ada tapi ketika kemudian Presiden menyatakan kalo diajak berantem harus berani, saya kira ini sangat menyesalkan," paparnya,
Ia pun melihatnya pernyataan itu bermakna ganda. Antara Jokowi sebagai Presiden RI atau sebagai tim sukses pemenangan. Oleh sebabnya, ia meminta agar Jokowi bisa mengetahui situasi mengingat saat ini masing-masing koalisi tengah mempersiapkan strategi kemenangan di Pilpres 2019.
"Karena itu kami mengimbau untuk seluruh bangsa indonesia untuk tenang. Bahwa kita ada perbedaan pemilihan presiden dan wapres iya, kita ada perbedaan partai politik jelas, kita ada perbedaan agama tentu aja. Tapi jangan kemudian perbedaan itu kemudian menyebabkan kita berantem," tegas Muzani.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
