Gerindra CS Enggan Diajak Berantem sama Relawan Jokowi

Default Avatar

Anonymous

Jakarta

6 Agustus 2018 18:15 WIB
Elektoral | Rilis ID
Relawan dari Seknas Jokowi. FOTO: Merdeka.com
Rilis ID
Relawan dari Seknas Jokowi. FOTO: Merdeka.com

RILISID, Jakarta — Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Puyono menilai, pernyataan Jokowi agar para relawan siap berantem tak melulu bermakna negatif. Bisa saja, ini menjadi imbauan agar mereka lebih bersemangat di "pertarungan" pilpres.

"Tidak perlu di politisir lebih jauh," kata Arief lewat siaran pers yang diterima rilis.id pada Senin (6/8/2018).

Namun, Arief menduga pernyataan Jokowi sampai seperti ini lantaran takut kalah melawan Prabowo Subianto di perhelatan demokrasi akbar tersebut.

"Saya yakinlah Joko Widodo sendiri tidak suka berantem kok orangnya. Namun keplesetnya dia ngomong bisa dimaklumi," ujar dia.

Sebab, menurut Arief, para relawan Jokowi ini bisa dipastikan tidak akan memenangkan jagoannya, sang petahana kepala negara. Karena itu juga, Jokowi sampai "hilang kesadaran" meminta relawannya siap berantem.

Cuma, kalau imbauan ini untuk menentang pihak Prabowo CS serta para relawannya, ia pastikan, ini sulit terwujud. Karena, ketidaksiapan pihak kompetitor Jokowi untuk berkelahi.

"Kita cukup tahu saja, jangan sampai kita mau diajak berantem sama relawan Jokowi yang memang dihimbau sama untuk berantem saat masa kampanye dan pencoblosan," katanya.

Lebih jauh, ia pun menyerahkan kepada masyarakat untuk menafsirkan sendiri pernyataan Jokowi.

"Mau ngomong apa aja Joko Widodo yang pasti masyarakat sekarang ekonomi keluarganya makin sulit, di mana sembako mahal dan kurs rupiah makin jeblok, hutang bertumpuk," sindir Arief.

Sebelumnya, Jokowi meminta relawannya berani jika diajak berantem. Arahan itu disampaikan Jokowi saat Rapat Umum Relawan Jokowi di SICC Sentul, Bogor pada Sabtu, 4 Agustus kemarin.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Unknown
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya