Gelar Rapat Majelis Tinggi, Demokrat Akan Putuskan Dukung Jokowi atau Prabowo

Default Avatar

Anonymous

Jakarta

10 Agustus 2018 10:02 WIB
Elektoral | Rilis ID
Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat (PD) Ferdinand Hutahaean. FOTO: Istimewa
Rilis ID
Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat (PD) Ferdinand Hutahaean. FOTO: Istimewa

RILISID, Jakarta — Partai Demokrat masih belum juga menentukan sikap terkait dukungannya terhadap salah satu pasangan calon Presiden. Ini terjadi pasca Prabowo Subianto yang sebelumnya digadangkan akan berpasangan dengan Agus Harimurto Yudhoyono (AHY) berubah haluan menjadikan Sandiaga Uno sebagai Cawapresnya.

Menurut Ketua Divisi Advokasi dan Hukum Demokrat, Ferdinand Hutahaean, partainya bukan berarti akan abstain di pemilu 2019. Ia mengatakan, pagi ini juga majelis tinggi Demokrat akan rapat guna membahas kemana dukungannya diberikan.

"Poinnya satu, memutuskan untuk dukung Pak Jokowi atau Pak Prabowo," kata Ferdinand, Kamis (9/8/2018) malam.

Ia menyampaikan jika sudah memutuskan untuk mendukung salah satu antara Prabowo dan Jokowi maka partai Demokrat dikatakannya juga akan turut mendatangi KPU. Namun saat ditanya apakah pasca Prabowo memilih Sandi lalu Demokrat mendukung Jokowi, Ferdinand belum mau menjawabnya.

"Ya intinya Partai Demokrat akan ikut daftar ke KPU," ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, secara resmi mendeklarasikan dirinya sebagai capres, menggandeng Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menjadi cawapresnya.

"Sandiaga mundur dari jabatan wakil gubernur DKI Jakarta. Saya pun meminta beliau mundur dari Gerindra," kata Prabowo saat deklarasi di Kartanegara Jakarta pada Kamis (8/8/2018) malam.

"Saya ingin berjuang dan mengabdi untuk bangsa Indonesia. Insya Allah besok kami akan daftar ke KPU sesudah Salat Jumat di Masjid Istiqlal," tambah dia.

Proses politik ini, kata dia, tidaklah mudah. Ia kerap berkomunikasi dan berunding dengan para tokoh dan elite parpol-parpol. Seperti, PKS, PAN dan Demokrat.

"Ini melelahkan. Untuk membangun koalisi tidak mudah karena banyak yang harus kita pertemukan," terang dia.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Sukma Alam
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya