Gegara Anies, Koalisi Prabowo Dinilai Mulai 'Cakar-cakaran'

Zulhamdi Yahmin

Zulhamdi Yahmin

Jakarta

9 Juli 2018 11:20 WIB
Elektoral | Rilis ID
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma.
Rilis ID
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma.

RILISID, Jakarta — Partai Hanura turut menanggapi terkait keinginan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk mengusung Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, sebagai calon Presiden 2019 penantang Joko Widodo.

Menurut Ketua DPP Hanura, Inas Nasrullah Zubir, keinginan PKS itu memperlihatkan bahwa parpol koalisi bersama Partai Gerindra itu sudah mulai terlihat tak akur.

Bahkan, katanya, parpol-parpol yang sebelumnya dikabarkan akan mengusung Prabowo Subianto sebagai capres itu juga sudah mulai saling "mencakar".

"Bukan hanya kehabisan ide, tapi sudah mulai cakar-cakaran," kata Inas kepada rilis.id, Senin (9/7/2018). 

Anggota Komisi VI DPR RI itu menilai, para parpol yang selama ini menjadi oposisi pemerintah itu juga sudah panik. Mereka, lanjut Inas, sudah kehabisan cara untuk bisa mengalahkan Jokowi di Pilpres 2019 nanti. 

Munculnya nama Anies sebagai capres, imbuh dia, karena Gerindra dan PKS ingin meniru fenomena Jokowi yang menang di Pilpres 2014.

Meski begitu, menurutnya, fenomena Jokowi di 2014 itu tidak akan bisa menular ke Anies di Pilpres 2019 mendatang. 

"Fenomena Jokowi tahun 2014 yang lalu rupanya ingin digadang ulang oleh PKS. Tapi itu belum tentu bisa sama kejadiannya. Selain itu, belum ada kiprah Anies yang disukai masyarakat," tandasnya. 

Sebelumnya, PKS mengusulkan kepada partai politik koalisinya, terutama Gerindra untuk mengusung Anies Baswedan sebagai capres di Pilpres 2019. Bahkan, PKS juga berharap ada kesepakatan dengan Gerindra untuk mencalonkan Anies tersebut. 

"Kami berharap ada kesepakatan dengan Gerindra," ujar Direktur Pencapresan DPP PKS, Suhud Alynudin. 

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Unknown
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya