Figur Perempuan Harus Tampil di Pilpres 2019

Budi Prasetyo

Budi Prasetyo

Surabaya

19 Juli 2018 13:31 WIB
Elektoral | Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza
Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILISID, Surabaya — Pengamat politik dari Universitas Airlangga (Unair) Airlangga Pribadi mengatakan, figur perempuan harus tampil dan ikut berlaga dalam Pemilihan Presiden 2019 mendatang. Jika muncul, kandidat perempuan diprediksi akan menarik banyak pemilih dan berpeluang menang.

"Nah ini menarik. Potensi perempuan dalam Pilpres 2019.Jika dimunculkan maka akan punya peluang karena kans memang begitu," kata Airlangga dalam diskusi bertema Kepemimpinan Srikandi dalam Panggung Politik di kampus Fisip Unair pada Kamis (19/7/2018).

Airlangga mencontohkan, tren kekuatan politisi perempuan itu seperti yang terjadi pada isu pemilih milenial dalam Pilkada serentak 2018 lalu. Ketika para pemilih muda banyak menggandrungi Emil Elistianto Dardak yang dikenal cerdas dan pintar.

"Angin tren memang begitu. DItampilkan saat tren Pilkada. Misalnya saja pemimpin muda milenial yang  pintar bahas Inggris jago seperti Emil. Kalau sekarang kecenderungan sekarang muncul the Power Of Emak-emak," katanya.

Airlangga berharap agar para pimpinan parpol juga memunculkan figur perempuan di Pemilihan Presiden 2019 mendatang. Dia menilai, banyak pemimpin perempuan yang punya kemampuan mengeluarkan dan mengawal kebijakan sampai tuntas.

"Memang punya kemampuan kepemimpinan publik. Pemimpin ini bisa mengawal kebijakan dari rancangan  sampai eksekusi," tambahnya. 

Airlangga mencontohkan kemampuan kepemimpinan yang dimiliki Menteri Perikanan dan Kelautan Susi Pudjiastuti, mantan menteri Sosial dan Gubernur Jawa Timur terpilih Khofifah Indar Parawansa dan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Dia menyebut, kemampuan ketiganya dalam menjalankan program Presiden Joko Widodo sudah tidak diragukan lagi.
 
"Seperti Bu Susi ketika mengeluarkan kebijakan penengggelaman kapal. Bukan hanya wacana tetapi dia bisa memastikan. Misalnya kapal asing ilegal enggak ada pilihan selain dihilangkan. Sampai dengan eksekusi tidak bisa ditekuk. Selain itu ada Bu Sri Mulyani yang sukses dalam mengalokasikan anggaran pembangunan infrastruktur. Ketika Bu Khofifah menjadi Mensos juga luar biasa mengurangi kesenjangan sosial lewat PKH," pungkasnya.

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Elvi R
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya