Faktor Ahok Diprediksi bakal Pengaruhi Pilpres 2019

RILIS.ID

RILIS.ID

Jakarta

9 Februari 2019 13:32 WIB
Elektoral | Rilis ID
Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok. ILUSTRASI: RILIS.ID
Rilis ID
Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok. ILUSTRASI: RILIS.ID

RILISID, Jakarta — Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok secara mengejutkan berafiliasi politik dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Hal itu ia nyatakan saat berada di Bali.

Pengamat politik Indonesian Public Institute (IPI), Jerry Massie, menilai bergabungnya mantan Gubernur DKI Jakarta ini memberikan keuntungan bagi PDIP meski ada juga kerugiannya.

”Bergabungnya Ahok dengan partai penguasa parlemen dengan 109 kursi ini merupakan berkah. Apalagi Ahok dikenal dekat dengan Megawati. Ahok pun bisa reunian dengan sahabat lama sang petahana Jokowi,” kata Jerry kepada rilis.id, Sabtu (9/2/2019).

Setidaknya dengan masuknya Ahok, bisa saja mendongkrak popularitas PDIP. Walaupun, tak sebesar saat Ahok menjabat Gubernur DKI Jakarta.

Di satu sisi, kerugiannya ialah Ahok mantan pejabat yang dikenal getol memberangus korupsi.

”Bergabung dengan PDIP akan ada tantangan untuk Ahok. Pasalnya 2018 lalu, dari 29 pejabat yang terkena OTT KPK paling banyak PDIP yakni 9 kepala daerah,” tutur Jerry.

Ia juga mengingatkan kasus terakhir kader PDIP di Kalimantan yang terjerat kasus korupsi, yakni Bupati Kotawaringin Timur, Supian Hadi.

Tapi keuntungan lain jika petahana menang, bisa saja Ahok masuk kabinet atau bursa calon ketua KPK.

”Memang terlalu cepat Ahok mengambil keputusan bergabung dengan partai politik. Tapi itu haknya beliau,” tukasnya.

Jerry menyarankan Ahok tidak mengeluarkan statement miring dan pedas, lantaran punya pengaruh dengan pilpres.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: gueade
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya