Fadli Zon Klaim Menangkan Pilpres, PSI Ungkit Momen Sujud Syukur Prabowo
Sukma Alam
Jakarta
RILISID, Jakarta — Sekjen PSI Raja Juli Antoni menanggapi pernyataan Anggota BPN Prabowo-Sandi, Fadli Zon yang menyebut jagoannya itu menang 63 persen di Pilpres 2019. Menurutnya, kubu Prabowo-Sandi mahir membuat berita bohong alias hoaks.
"Mestinya Fadli Zon bilang menangnya 99,9 persen itu. Rakyat Indonesia ini sudah pinter kan, kubu sebelah (Prabowo-Sandi) paling jago melakukan manipulasi data," katanya kepada rilis.id, Kamis (14/2/2019).
Tim Kemenangan Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin ini mengungkit kubu Prabowo sujud syukur yang mengklaim menang Pilpres 2014 lalu. "Semua orang inget dulu lima tahun lalu sujud syukur mendeklarasikan dirinya menang itu survei lembaga yang sama itu. Dia sujud syukur ke MK bawa truk-truk dan bawa itu kontainer bukti-bukti kecurangan Pak Jokowi," terangnya.
"Akhirnya KPU menangkan Jokowi, MK menangkan Jokowi, ya semua orang taulah manipulasi data survei oleh mereka. Inget ajalah sujud syukur Pak Prabowo 5 tahun lalu itu kan hasil survei mereka," tambahnya.
Sebelumnya, Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno, Fadli Zon mengatakan jarak elektabilitas antara Prabowo-Sandi dengan Joko Widodo dan Ma'ruf Amin semakin tipis. Dia yakin nantinya, Prabowo-Sandi akan unggul di Pilpres 2019 dengan persentase 63 persen.
Dalam survei internal, elektabilitas Prabowo-Sandi juga terus meningkat mengalahkan Jokowi-Ma'ruf. Selisih elektabilitas antar keduanya sebesar satu sampai dua persen.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
