Disebut Ekonomi Kebodohan, Ini Kata Pendukung Jokowi

Nailin In Saroh

Nailin In Saroh

Jakarta

12 Oktober 2018 16:15 WIB
Elektoral | Rilis ID
Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokow-Ma'ruf Arsul Sani. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma
Rilis ID
Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokow-Ma'ruf Arsul Sani. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

Ia juga menyebut, pernyataan Prabowo soal 'Make Indonesian Great Again' sama sekali tidak meniru Donald Trump. Sebab tagline resmi Prabowo-Sandi adalah 'Adil Makmur Bersama Prabowo-Sandiaga'. Tagline tersebut, kata dia,  memang mengharuskan kepentingan nasional ditempatkan nomor satu. 

Contohnya, kata Dradjad, pilar pertama program ekonomi Prabowo-Sandi adalah 'Menyelamatkan Indonesia dari keterpurukan di bidang ekonomi dengan mewujudkan SDM yang produktif dan mampu bersaing di tingkat dunia'. 

"Nah ekonomi kita itu terlalu mudah digoyang oleh faktor eksternal karena rapuhnya sumber pertumbuhan domestik. Dominansi impor dalam produksi dan konsumsi terlalu tinggi. Sumber daya manusia (SDM) belum menjadi sumber kekuatan," jelasnya.

Hal itu, ditegaskannya, akan digarap Prabowo-Sandi. SDM dijadikan sumber pertumbuhan ekonomi. Inovasi dan kreatifitas menjadi motor, baik untuk sektor 'lama' seperti pengolahan hasil pertanian hingga ke sektor modern seperti IT dan ekonomi digital.

"Contoh kongkretnya, di Italia inovasi dan kreatifitas menghasilkan usahawan muda yang mengolah limbah jeruk menjadi tekstil untuk industri fashion. Bisa menghasilkan outlet ritel kopi bernama besar di AS dan Eropa Barat. Di Indonesia menghasilkan Nadiem Makarim,"

"Sayangnya, negara kurang atau bahkan tidak hadir dalam menyiapkan pemenang seperti Nadiem. Nah. Prabowo-Sandi akan membuat negara proaktif menghasilkan Nadiem-Nadiem baru, baik melalui APBN atau kebijakan. SDM Indonesia diprioritaskan, SDM Asing tidak. SDM Indonesia disiapkan menjadikan Indonesia negara besar dan maju," tandasnya.

Menampilkan halaman 2 dari 2
Prev

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Elvi R
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya