Diandra Natakembahang, dari Jurnalis, Penyair, Kini Caleg
lampung@rilis.id
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Pemilik nama panjang Diandra Taurus Irawan Putra ini kelahiran Kembahang, Lampung Barat. Itulah mengapa ia juga disebut Diandra Natakembahang. Selama beberapa tahun terakhir ia aktif sebagai jurnalis televisi pada beberapa media penyiaran seperti TVRI Lampung, Radar TV, dan I News TV.
Konten acara yang ia bawakan mulai dari news program, reportase, dialog, dan terutama konten siaran berbahasa Lampung. Ia juga menjadi redaktur majalah berbahasa Lampung, Majalah Budaya & Wisata.
Perjalanannya sebagai penggiat Budaya Lampung dimulainya sejak masa kuliah. Ini berangkat dari perhatian dan kecintaannya yang mendalam akan tanah kelahirannya Bumi Lampung. Terutama karena kekhawatirannya akan degradasi adat budaya Lampung, terutama di kalangan generasi muda Lampung sebagai pewaris local wisdom dan peradaban Lampung.
Kecintaan dan kepeduliannya akan kearifan lokal Lampung tidak terjadi dengan tiba tiba. Terlahir di Kembahang, kampung halaman yang memiliki orisinilitas budaya Lampung membuatnya selalu berupaya memberikan sumbangsih sekecil apapun bagi pelestarian dan pengembangan budaya Lampung.
Ragam budaya Lampung ia rangkum dalam artikel artikelnya. Mulai sejarah Lampung, ragam kuliner, sastra, konfederasi adat, instrumen musik tradisional, hingga arsitektur, dan rumah adat Lampung.
Beragam media telah pula ia gunakan bagi mengejawantahkan Lampung dan ke'Lampung'an seperti broadcasting televisi, mass media, clothing, film, music, hingga seminar. Tulisan-tulisannya tentang Sekala Bekhak dan Lampung akhirnya membangkitkan efek domino berkaitan dengan sejarah dan asal usul Jelma Lampung.
Kebersamaannya dengan Gamolan Institute Lampung yang ia dirikan bersama Hasyimkan, Novel Sanggem, Andi Wijaya, dan Yudi Bayong telah pula memberikan pola dan warna tersendiri pada pelestarian, pengembangan, dan revitalisasi adat budaya Lampung.
Sebagai seorang penyair, eksistensinya telah terangkum pada beberapa antologi puisi di provinsi Lampung, nasional, bahkan Asia.
Buku antologi dimaksud adalah Puisi Krakatau, Antologi Puisi Kemerdekaan, Antologi Puisi untuk Indonesia, Antologi Sajak Penyair ASEAN, dan Antologi Sastrawan Asia Puisi Wangian Kembang.
Puisi adalah manifestasi kecintaannya akan tanah kelahirannya Tanoh Lampung, kecintaannya yang dalam akan Nusantara dan keIndonesiaan. Selain juga gambaran kisah hidupnya akan cinta, perjalanan proses kehidupan dan ketuhanan.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
