Di Depan Pansus Politik Uang, Irwan Berkata: Saya Muak!
lampung@rilis.id
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Pelaksanaan Pilgub Lampung 27 Juni 2018, ternyata membuat Kepala Kesbangpol, Irwan Sihar Marpaung, prihatin, terenyuh, dan muak. Pasalnya, Lampung yang terbaik dalam penanganan konflik sosial selama tiga tahun berturut-turut, usai pilkada justru melorot ke peringkat tiga.
”Saya muak. Kita jangan mengelabui, membohongi diri sendiri tentang apa yang terjadi pada Pilgub Lampung," tegasnya berulang kali menyelipkan kata prihatin, terenyuh, dan muak.
Dia bicara dalam konteks pelaksanaan Pilgub Lampung 2018 yang diduga dikotori money politics. Tepatnya saat hearing dengan panitia khusus (pansus) money politics di ruang rapat komisi DPRD Lampung, Rabu (18/7/2018) sekira pukul 11.25 WIB.
Mantan Danrem 043/Gatam Lampung tersebut lalu menunjukkan kaos yang dipakainya. Yakni saat deklarasi pilkada damai bersama para pasangan calon (paslon). Kepada pansus politik uang DPRD Lampung, Irwan berulang kali menyatakan keprihatinannya.
”Pada saat itu, saya bangga melihat semangat para paslon berkomitmen untuk menciptakan pilkada damai. Namun, kenyataannya, pilkada jadi polemik berkepanjangan seperti ini, prihatin,” kesalnya.
Irwan mengutip pernyataan pansus dan tim ahli, Eddy Rifai dan Ari Damastuti: habis uang negara, pengaduan di mana-mana, video viral, tapi kok nggak ada action Bawaslu Lampung.
"Kemarin saya nonton final piala dunia antara Kroasia dan Prancis. Saya bangga dengan wasit, meski dia disorot televisi dari berbagai penjuru. Timbul kontroversi, tapi dia berani memutuskan,” pujinya.
Wasit memutuskan setelah melihat dari semua sudut. Apalagi, di era transparansi, menurut Irwan, tak ada lagi sesuatu yang bisa ditutupi. Semua tahu apa sesungguhnya yang terjadi di Pilgub Lampung 2018.
Nah, pelanggaran di Pilgub Lampung meski bukan kewenangannya, tapi berdampak karena dirinya yang menjaga penanganan konflik sosial.
”Kita juara nasional penanganan konflik sosial, sekarang kita di ke-3 di antara Sumatera dan Jawa. Karena itu wasit di Pilgub harus tegaskan memutuskan," pintanya.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
