Dendi Berharap Pengurus Masjid-Musala Bersinergi dengan Pemkab Pesawaran

Darmansyah Kiki

Darmansyah Kiki

Pesawaran

25 November 2020 22:30 WIB
Elektoral | Rilis ID
FOTO: ISTIMEWA
Rilis ID
FOTO: ISTIMEWA

RILISID, Pesawaran — Dewan Pembina Paguyuban Masjid Say Barokah Provinsi Lampung yang juga Calon Bupati Pesawaran, Dendi Ramadhona melakukan peletakan batu pertama pembangunan Musala Al Kahfi di Desa Wiyono, Gedongtataan, Rabu (25/11/2020).

Pada kesempatan itu, Dendi menilai perlunya sinergitas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesawaran dan pengurus masjid dan musala agar program yang telah disiapkan dapat terlaksana dengan baik.

"Pengurus masjid dan musala di Pesawaran dapat bersinergitas dengan pemda, karena Pemkab Pesawaran memiliki program pembinaan masjid, seperti bantuan perayaan hari besar Isra Miraj, Muharrom, dan Maulid Nabi," katanya.

Dendi juga meminta pengurus masjid dan musala yang ada di Pesawaran dapat mencontoh penerapan manajemen seperti Masjid Jogokariaya di Jogjakarta.

Selain fokus terhadap peribadatan umat, menurut Dendi, masjid tersebut menjadi percontohan yang melibatkan masyarakat dalam penyelesaian masalah keumatan.

"Kita mencontoh Masjid Jogokariyan yang baik dalam pengelolaannya. Pengurus masjid juga bisa memakmurkan masjid dengan berkreasi melibatkan masyarakat sekitar, seperti menyediakan lahan berdagang diluar masjid, sehingga masyrakat sekitar dapat terbantu," jelasnya.

Dendi mengucapakan terima kasih kepada Yayasan Bulan Sabit Merah Uni Emirat Arab (UEA), yang selama ini telah membantu pembangunan masjid dan musala di Pesawaran.

"Terima kasih kepada Yayasan Bulan Sabit Merah Uni Emirate Arab yang telah banyak membantu pembangunan masjid dan musala di Pesawaran. Kalau tidak salah, sudah 22 masjid dan musala yang mendapat bantuan," tambahnya.

Sementara itu, Perwakilan Yayasan Bulan Sabit Merah UEA M. Jefri menyampaikan bahwa diperlukan bantuan masyarakat Desa Wiyono dalam pembangunan Musala Al Kahfi.

"Tolong masyarakat juga dapat terlibat dalam proses pembangunan musala Al Kahfi, seperti menyediakan tempat tinggal dan konsumsi tukang, bergotong royong bersama. Hal ini agar masyarakat juga mempunyai rasa memiliki musala Al Kahfi karena sumbagsih ikut terlibat dalam pembangunan," kata Jefri. (*)

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Segan Simanjuntak
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya