Demo di Adipura, Tuntut Money Politics Diusut Tuntas
Anonymous
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Massa gabungan Aliansi Rakyat Lampung dan Koalisi Rakyat Lampung Untuk Pemilu Bersih (KRLUPB) menyesaki Tugu Adipura, Bandarlampung, Senin (9/7/2018) pagi.
Mereka menuntut dugaan money politics dalam pemilihan gubernur (Pilgub) Lampung 2018 diusut tuntas. Termasuk menelusuri aliran dana itu ke paslon dan korporasi pendukungnya.
Orator aksi yang juga anggota komisi II DPR RI, Endro S Yaman, menyerukan seluruh masyarakat Lampung bersatu mengawal tegaknya demokrasi.
”Pada pencoblosan 27 Juni 2018, terjadi besar-besaran bagi-bagi amlop, seperti bagi-bagi permen. Tapi institusi Bawaslu diam saja. Rakyat dikasih uang 50 ribu, itu namanya menghina martabat, menghina Lampung," tegasnya.
Dia mengajak masyarakat Lampung mengawal proses kasus yang saat ini sedang berjalan di Penegakkan Hukum Terpadu (Gakkumdu).
Miswan Rodi, dari Partai NasDem Lampung Tengah, karenanya menyebutkan Pilgub Lampung cacat hukum.
”Karena itu, hasil pemungutan suara juga tidak sah,” tandasnya diamini orator lainnya, Rakhmat Husein, yang juga juru bicara paslon nomor urut dua, Herman HN-Sutono. (*)
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
