Cara Gerindra di Jatim Dinilai Akan Bawa Efek Elektoral Masif

Budi Prasetyo

Budi Prasetyo

Surabaya

9 Juli 2018 08:38 WIB
Elektoral | Rilis ID
Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto. FOTO: RILIS.ID
Rilis ID
Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto. FOTO: RILIS.ID

RILISID, Surabaya — Pada Pemilu 2019, Partai Gerindra diprediksi bakalan memperoleh limpahan suara warga nahdliyin yang lebih mendengarkan perkataan kiai sepuh di Jawa Timur.

Rekam jejaknya ada di Pilgub Jatim kemarin, di mana parpol tersebut mengikuti pilihan kiai untuk mendukung Saifullah Yusuf ketimbang mencalonkan kader sendiri.

"Ketika tidak mengusung calon sendiri, pilihan sebenarnya bisa dipahami sebagai upaya untuk dekat dengan kiai opinion leader salah satu sumber kuasa elektoral," kata Pengamat politik dari Universitas Trunojoyo Madura, Surokim Abdussalam, pada Senin (9/7/2018).

Namun, ditengah tumbuhnya pemilih kritis, Gerindra juga harus lebih banyak meraih simpati dan empati grassroot warga nahdliyin.

Menurut dia, suara nahdliyin di Jawa Timur sangat besar. Dengan mengakomodasi keinginan kiai, potensi untuk menaikkan elektoral partai Prabowo Subianto itu cukup besar.

"Kombinasi antara dekat dengan kiai dan populis pada warga nahdliyin grassroot yang akan membawa efek elektoral," tambah dia.

Sejauh ini, kata dia, di Jatim hanya kombinasi yang mampu dekat dengan kiai dan populisme nahdliyin, bisa membawa efek elektoral signifikan. Itu pun dengan cara yang persuasif, dan berkesinambungan, tdak cuma sesaat.

Surokim menjelaskan, gerakan kultural dengan mengikuti dan tawadlu kepada kiai sepuh memang lebih efektif untuk meraih simpati di Pileg 2019 mendatang. Terutama di Jatim, yang sebagain besar warganya adalah nahdliyin.

"Gerakan gerakan kultural akan jauh lebih efektif utk meraih efek elektoral pemilih nadhliyin di Jatim lebih membumi dan alami," pungkasnya.

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Unknown
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya