Cak Imin-Gatot Bisa Jadi Kuda Hitam di Pilpres, Asalkan...

Zulhamdi Yahmin

Zulhamdi Yahmin

Jakarta

6 Agustus 2018 17:10 WIB
Elektoral | Rilis ID
Mantan Panglima TNI, Gatot Nurmantyo. FOTO: RILIS.ID
Rilis ID
Mantan Panglima TNI, Gatot Nurmantyo. FOTO: RILIS.ID

RILISID, Jakarta — Wacana poros ketiga kembali mencuat setelah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Amanat Nasional (PAN) secara resmi belum menyatakan dukungannya untuk Prabowo Subianto.

Selain itu, koalisi Joko Widodo juga dinilai belum solid, lantaran masing-masing parpol ngotot menjagokan para elitenya sebagai cawapres, khususnya Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

"Kalau begini, kemungkinan munculnya poros ketiga masih tetap ada," kata peneliti dari Forum Studi Media dan Komunikasi Politik Indonesia (Formasi), Muhammad Taufik Rahman kepada rilis.id di Jakarta pada Senin (6/8/2018).

Bahkan, kata dia, poros alternatif ini bisa menjadi "kuda hitam". Asalkan, PAN bersama PKS dan PKB bergabung, dan ikut dalam kontestasi pilpres.

"Jika perbedaan-perbedaan mendasar antara PKB, PKS dan PAN bisa diselesaikan dalam waktu singkat, inilah momentum calon kuda hitam tampil," tambahnya.

Menurutnya, pasangan calon yang paling pas ialah Muhaimin Iskandar (Cak Imin) dan Gatot Nurmantyo. Keduanya memiliki potensi besar menandingi Jokowi dan Prabowo.

"Kalau PKB, PKS dan PAN membuat poros baru, keduanya merupakan 'kuda hitam' yang paling realistis dan kompetitif," sebutnya.

Namun, tak dipungkiri kalau PKB ini agak sulit bergabung dengan PKS dan PAN. Lalu, sisa waktu juga menjadi kendala dalam menyiapkan koalisi "kuda hitam" ini.

"Koalisi yang dibentuk oleh Jokowi sejak lama saja masih bisa melahirkan friksi soal cawapres. Apalagi, koalisi yang dibentuk jelag hari H," tandasnya.

Tapi, kalau kata pengamat politik dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Nyarwi Ahmad, terbentuknya poros ketiga ini bergantung pada "tokoh" di koalisi Prabowo atau Jokowi.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Unknown
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya