Aksi di Lampung Selatan, KRPDL: Tolak Hasil Pilgub, Usut PT SGC

Default Avatar

Anonymous

Lampung Selatan

6 Juli 2018 14:15 WIB
Elektoral | Rilis ID
Korlap aksi Koalisi Rakyat Penyelamat Demokrasi Lampung (KRPDL), Nurul Ikhwan. FOTO: Istimewa
Rilis ID
Korlap aksi Koalisi Rakyat Penyelamat Demokrasi Lampung (KRPDL), Nurul Ikhwan. FOTO: Istimewa

RILISID, Lampung Selatan — Aksi penolakan hasil pemilihan gubernur dan wakil gubernur Lampung pada  27 Juni 2018, meluas. Penolakan tersebut diduga karena adanya praktik money politics atau politik uang di 15 Kabupaten/Kota di Lampung.

Aksi tak terbendung pun sejak beberapa hari ini tidak hanya di Kantor Bawaslu Lampung dan Panwaslu, tapi juga ke DPRD. Seperti aksi pada Kamis (6/7/2018), demo terjadi di depan DPRD Lampung mengawal paripurna pembentukan pansus money politics, serta di KPU dan DPRD Lampung Tengah, Lampung Barat, Pringsewu dan Kota Bandarlampung juga serupa menolak money politics

Hari ini, Jumat (6/7/2018) aksi massa juga terjadi di Lampung Selatan. Koordinator lapangan (Korlap) aksi Koalisi Rakyat Penyelamat Demokrasi Lampung (KRPDL), Nurul Ikhwan, saat dikonfirmasi mengatakan bahwa aksi dilakukan dari titik kumpul di Lapangan Cipta Karya samping kantor Kecamatan Kalianda, kemudian bergerak longmarch menuju kantor Pemkab dan DPRD Lampung Selatan.

"Poin tuntutan kami jelas. Pertama, kami menolak hasil Pilgub Lampung 2018 yang dinodai TSM-nya dengan praktik (dugaan) politik uang paslon Arinal-Nunik. alam hemat kami, mohon maaf, di belahan bumi mana pun, tidak ada tempat bagi yang namanya memenangkan kontestasi politik dengan cara-cara curang dan melecehkan kedaulatan rakyat yang mereka bajak dengan iming-iming uang Rp50 ribu. Lawan!," tegasnya via whatsapp, Jumat (6/7/2018). 

Kedua, kata Ikhwan, pihaknya menuntut tangkap dan penjarakan Bos Sugar Group Companies (SGC) Purwanti Lee dan Gunawan Jusuf yang diduga jadi aktor utama penyandang dana kampanye paslon Arinal-Nunik. 

"Ditengarai berusaha menghalalkan segala cara demi membajak demokrasi di bumi Lampung ini demi melindungi kepentingan jahat korporasinya. Usut asal-usul dana kampanye tak wajar paslon Arinal-Nunik," tegas dia lagi.

Ketiga, lanjut pria yang juga dikenal luas sebagai aktivis pemberdayaan ekonomi masyarakat desa ini, tangkap bos dan adili dugaan praktik pengemplangan pajak PT. SGC, buka kembali dan usut tuntas kasus penyerobotan lahan rakyat yang dengan biadab dan sewenang-wenang dilakukan SGC. ”Ukur ulang lahan Hak Guna Usaha (HGU) SGC!" katanya. 

Nurul juga menyampaikan permohonan maaf kepada segenap masyarakat pengguna jalan di sepanjang rute aksi yang sedikit terganggu kenyamanannya dalam berlalu lintas saat aksi tadi berlangsung.

Sebelumnya, paslon 3 Arinal-Nunik, telah menegaskan tidak melakukan money politics di Pilgub Lampung.

"Itu kan pendapat orang, tapi ini saya 1,5 tahun bekerja dengan hati nurani, kami bekerja tidak bertentangan dengan agama,  tidak bertentangan dengan hukum. Kalau pun ada gejolak, saya tidak tahu," kata Arinal ditemui di kediamannya, Kamis (28/6/2018) malam. 

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Unknown
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya