Adu Ketokohan dan Amunisi, Lampung I Jadi Dapil Neraka
Anonymous
Bandarlampung
Nomor urut di bawahnya juga tak boleh dianggap sepi. Catat saja Dwie Aroem Hadiatie, anggota DPR RI petahana dari Golkar dengan nomor urut 4 dan Riza Mirhadi, anggota DPRD Lampung dengan nomor urut 5 dari Golkar).
Sejumlah mantan kepala daerah ikut berebut kursi DPR RI. Antara lain, mantan Bupati Lampung Barat Mukhlis Basri yang mendapatkan nomor urut empat dari PDIP.
Lalu, mantan Bupati Lampung Utara Zainal Abidin nomor urut 10 PDIP dan mantan Bupati Pesawaran, Aries Sandi Darma Putra, caleg PAN nomor urut 10.
Berikutnya mantan Bupati Lampung Selatan Zulkifli Anwar yang saat ini petahana DPR RI nomor urut satu Demokrat dan mantan Bupati Tanggamus Fauzan Syai yang pernah menjadi anggota DPR RI 2009-2014, caleg NasDem nomor urut 5.
Selanjutnya, mantan Cawabup Pringsewu, Dewi Arimbi, dari PPP nomor urut satu dan mantan Wakil Bupati Pringsewu Handitya Narapati nomor urut 6 PDIP. Nama terakhir anak mantan Gubernur Lampung, Sjachroedin ZP.
Dikonfirmasi terpisah, Taufik Basari mengakui pertarungan di Lampung I bakal sengit. Namun demikian, hal itu tidak menyurutkan langkahnya untuk meraih kursi tersebut.
"Pertama saya tetap optimistis, caleg NasDem mendapatkan suara yang signifikan. Karena setiap caleg punya cara dan strategi masing-masing untuk meyakinkan layak dipilih masyarakat," kata dia via ponselnya, Selasa (14/8/2018).
Dia sendiri mengandalkan apa yang telah diperbuat selama ini dengan membela hak-hak rakyat yang tertindas.
"Saya bertahun-tahun di LBH (lembaga bantuan hukum). Kedua mengandalkan mesin caleg dan ketokohan di Provinsi Lampung," paparnya.
Atas dasar itu, dia mengaku tidak takut dengan kekuatan ”amunisi” kompetitornya.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
