APK Dipasang Sembarangan Dinilai Tidak Berbudaya

Sukma Alam

Sukma Alam

Sleman

6 Februari 2019 12:51 WIB
Elektoral | Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID
Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID

RILISID, Sleman — Pegiat Komunitas Reresik Sampah Visual, Sumbo Tinarbuko, menilai, alat peraga kampanye pemilu yang dipasang tidak mengacu aturan yang benar memunculkan sampah visual yang mengotori wajah kota Daerah Istimewa Yogyakarta yang berbudaya.

"Dapat dikatakan saat ini alat peraga kampanye (APK) yang dipasang peserta pemilu tidak mencerminkan wajah DIY yang berbudaya, artistik, serta nyeni. Justru malah mengotori wajah DIY kata Sumbo Tinarbuko di Yogyakarta, Rabu (6/2/2019).

Menurut dia, APK yang dipasang pada sembarang tempat menjadi teror visual untuk masyarakat, karena dipasang di segala sudut ruang publik.

"Harapan kami agar semua sampah visual baik itu APK atau iklan apapun agar ditertibkan," kata staf pengajar di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta ini.

Ia mengatakan, jenis iklan apapun tidak boleh dipasang di trotoar, ruang terbuka hijau, tiang telepon, listrik, tiang lampu, jembatan, di bangunan heritage dan tidak boleh dipaku di pohon.

"Pihak berwenang agar bertindak tegas terhadap masalah sampah visual ini dan menertibkan APK maupun iklan yang dipasang sembarangan" katanya dilansir Antara.

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya