Terkuak, Mayat Tanpa Kepala di Pantai Tanggamus Adalah Nelayan Muda dari Jakarta
Tampan Fernando
Bandar Lampung
RILISID, Bandar Lampung — Misteri penemuan mayat tanpa kepala yang menggegerkan warga Pantai Cukuh Pandan, Kecamatan Limau, Kabupaten Tanggamus, akhirnya menemui titik terang.
Jenazah pria malang itu diduga kuat adalah Akbar Tanjung (24), seorang nelayan asal Cilincing, Jakarta Utara, yang sempat dilaporkan hilang saat melaut di sekitar Pulau Bidadari, DKI Jakarta.
Identitas korban terungkap setelah pihak keluarga datang ke Mapolres Tanggamus dan mengenali pakaian yang dikenakan korban, khususnya celana pendek yang dibeli langsung oleh sang ayah, Abu Umaya.
“Setelah pemberitaan muncul, pihak keluarga melihat barang bukti dan merasa yakin itu anak mereka. Tapi untuk memastikan secara ilmiah, kami masih menunggu hasil uji DNA,” ujar Kapolres Tanggamus, AKBP Rahmad Sujatmiko, Sabtu (19/7/2025).
Akbar terakhir kali menghubungi keluarganya pada sore 6 Juli, sebelum ia berangkat melaut. Namun beberapa hari kemudian, kabar buruk datang.
Akbar dikabarkan tenggelam usai diduga terpeleset dari perahu saat berada di perairan antara Pulau Kelor dan Pulau Bidadari, wilayah Kepulauan Seribu.
Upaya pencarian yang dilakukan tim Basarnas selama hampir dua pekan tidak membuahkan hasil. Harapan baru muncul ketika seorang kerabat jauh keluarga menemukan berita tentang penemuan mayat tanpa kepala di Lampung. Link berita itu dikirimkan ke pihak keluarga.
Tak ingin menunggu lama, Abu Umaya bersama kerabat langsung menuju Lampung. Di sana, pihak kepolisian memperlihatkan barang-barang milik korban yang ditemukan bersama jasadnya. Dugaan mereka pun semakin kuat, jenazah itu adalah Akbar.
Setelah autopsi di RS Bhayangkara Polda Lampung, keluarga diajak ke lokasi pemakaman untuk memastikan kembali. Polisi juga langsung mengambil sampel DNA dari keluarga dan mengirimkannya ke Puslabfor Mabes Polri.
“Kami masih menunggu hasil tes DNA sebagai pembuktian ilmiah. Proses ini melibatkan koordinasi dengan Polres Kepulauan Seribu karena lokasi hilangnya korban masuk wilayah hukum mereka. Jadi perlu sinergi antarwilayah untuk penyelidikan tuntas,” jelas Kapolres. (*)
penemuan mayat
nelayan tenggelam
nelayan jakarta
Polres Tanggamus
mayat nelayan
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
