Terjadi Lagi, Petani Kopi di Lampung Barat Tewas Diterkam Harimau

Tampan Fernando

Tampan Fernando

Bandar Lampung

11 Juli 2025 10:48 WIB
Peristiwa | Rilis ID
Ilustrasi harimau menyerang petani kopi di Lambar. Foto: ist
Rilis ID
Ilustrasi harimau menyerang petani kopi di Lambar. Foto: ist

RILISID, Bandar Lampung — Serangan harimau Sumatra terhadap petani kopi kembali terjadi di Lampung Barat. Seorang petani kopi bernama Misni (63), ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan.

Ia diduga menjadi korban terkaman harimau di kawasan hutan yang berbatasan langsung dengan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS).

Korban merupakan warga asal Kalitorong, Kecamatan Randudongkal, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, yang merantau dan menetap di Lampung Barat untuk berkebun kopi di Pekon Sukabumi, Kecamatan Batu Brak.

Kepala Bidang Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari, membenarkan kejadian tersebut.

“Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di dalam kawasan hutan pada Kamis 10 Juli 2025. Dugaan kuat, korban diserang harimau,” ujarnya, Jumat (11/7/2025).

Diketahui, Misni awalnya pamit ke kebun sekitar pukul 14.00 WIB. Keluarga korban menyebut Misni biasanya pulang ke rumahnya setiap hari pada pukul 16.30 WIB. 

Namun, pada hari kejadian ia tidak kunjung pulang sehinggakeluarga meminta bantuan warga untuk mencarinya.

Pencarian yang dilakukan oleh keluarga dan warga setempat tidak membuahkan hasil hingga menjelang Magrib. Mereka hanya menemukan ponsel, topi, dan sepatu milik korban.

Pada pukul 19.00 WIB, jasad Misni akhirnya ditemukan dalam kondisi mengenaskan di dalam hutan yang berbatasan dengan kebun kopinya. 

Ini bukan kejadian pertama. Pada 27 Mei lalu, serangan harimau juga menewaskan Sudarso, petani kopi asal Karang Randu, Jawa Tengah.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Tampan Fernando
Tag :

Harimau

harimau Lampung

Lampung Barat

serangan harimau

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya