Ditinggal Suami Tanpa Kabar, Febriyanti Bingung Operasi Bibir Sumbing si Buah Hati
Joni Efriadi
Tulang bawang barat
RILISID, Tulang bawang barat — Nasib sedih dialami Febriyanti seorang ibu muda warga di Tiyuh Sumber Rejo RT 003 RW 004, Kecamatan Lambu Kibang, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba).
Tanpa kehadiran suami yang kini tak diketahui keberadaannya, ia harus berjuang merawat si buah hatinya Ramadhan Mubarok Sitqi yang masih berusia tiga bulan dengan kondisi bibir sumbing,
Melihat kondisi anaknya, Febri dengan keterbatasan ekonomi sangat membutuhkan perhatian medis khusus bagi kesembuhan Ramadhan.
"Saya tinggal bersama ibu dan nenek di rumah sederhana dan suami (Akmal Hiyatu Siti) katanya merantau ke Jakarta dan hingga saat ini tidak pernah memberikan kabar apapun," ujar Febriyanti, Selasa (17/6/2025).
Salah seorang keluarga Febri yakni Nurlaeliyah mengaku, sejak kelahirannya Ramadhan baru sekali dibawa ke Rumah Sakit dan hanya diberi tahu oleh dokter cara memberikan susu dan makan
"Setelah itu, belum ada tindakan medis lanjutan, karena kami benar-benar tidak punya biaya,” tuturnya.
Meski Ramadhan telah terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan gratis, pihak keluarga tidak mengetahui prosedur lanjutan yang harus dilakukan, terlebih lagi dengan kondisi ekonomi yang begitu sulit.
“Kami kerja serabutan, dan untuk makan sehari-hari saja pas-pasan. Ingin sekali bawa Ramadhan operasi, tapi bingung harus ke mana. Walaupun ada BPJS, tetapi ada biaya-biaya lain yang kami tidak mampu,” imbuh Nurlaeliyah.
Di tengah keterbatasan tersebut, satu-satunya harapan keluarga adalah adanya perhatian dari Pemerintah Daerah atau Dinas terkait, maupun para dermawan yang tergerak membantu biaya pengobatan bibir sumbing untuk Ramadhan.
“Kalau bisa, ada yang bantu. Biar Ramadhan bisa tumbuh normal seperti anak-anak lainnya. Orang tuanya, terutama ibunya, sangat ingin melihat anaknya bisa tersenyum dengan sempurna suatu hari nanti,” tambahnya penuh harap.
Sumbing
butuh perhatian
Pemda Tubaba
kesehatan
dinas sosial
Tubaba
lamoung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
