Bedah Buku Isbedy di Unpad: Saat Kematian Dibicarakan dengan Tenang
Gueade
Bandar Lampung
“Mungkin saja peserta ada yang ingin mengoleksi, harga hanya Rp80 ribu," jelas dia.
Isbedy menambahkan, dirinya berterima kasih untuk dukungan kegiatan ini.
Ia menyebut Prof Ganjar Kurnia, Dr Ipit, Dr Baban, juga rekannya di antaranya IB Ilham Malik, Abduh Hakim, Yozi Rizal, Prof Syarief Makhya, dan Kadis Perpustakaan Lampung, Dr Fitrianita Damhuri.
Sebelumnya, Dr Ipit menilai bahwa Isbedy berhasil mengolah bahasa sehari-hari menjadi kumpulan puisi yang tenang, meski membicarakan topik kematian.
“Membicarakan kematian perlu ada keberanian eksistensial dan kedalaman spiritual sehingga bisa diolah menjadi bahasa yang tidak klise atau romantisme berlebihan,” katanya.
Ipit menambahkan, karya Isbedy dalam "Menungguku Tiba" menampilkan tema kematian (maut) dengan tenang, hening, dan jernih.
“(Jadi) kumpulan puisi ini menunjukkan transisi batin penyair dari tubuh yang terkuras, cinta yang meluruh, rumah yang senyap, hingga kesiapan menerima takdir yang tak bisa terelakkan oleh semua orang,” jelas dosen teater tersebut. (*)
Isbedy Stiawan ZS
Menungguku Tiba
Sehimpun Sajak 2022-2025
Puisi
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
