Banjir Terjadi Lagi, Walhi Minta Pemkot Bandar Lampung Serius Benahi Tata Lingkungan
Tampan Fernando
Bandar Lampung
RILISID, Bandar Lampung — Banjir besar kembali menerpa Bandar Lampung pada Jumat (17/1/2025). Lebih dari 14 ribu rumah warga di 16 kecamatan terdampak bencana tersebut.
Banjir ini jadi peristiwa yang terus berulang setiap tahun, mengakibatkan kerugian material hingga menelan korban jiwa.
Direktur Walhi Lampung, Irfan Tri Musri mengatakan bencana banjir besar yang terus terjadi pada mencerminkan buruknya pengelolaan lingkungan di Bandar Lampung.
Permasalahan banjir ini, berakar pada kurangnya perhatian terhadap tata kelola ruang terbuka hijau (RTH), daerah resapan air, sistem drainase, serta pengelolaan sungai dan sampah.
"Minimnya RTH dan buruknya sistem drainase membuat Kota Bandar Lampung rentan terhadap banjir. Hal ini menunjukkan bahwa upaya penanganan lingkungan masih sangat lemah," jelas Irfan, Senin (20/1/2025).
Berdasarkan data Walhi Lampung, luasan RTH di Kota Bandar Lampung hanya tersisa 440 hektare atau setara 2,39 persen dari luas kota 18.377 hektare.
RTH itu meliputi taman kota seluas 20,58 hektare, taman kecamatan seluas 296,05 hektare, pemakaman seluas 55,60 hektare, dan jalur hijau seluas 67,48 hektare.
Harusnya Kota Bandar Lampung memiliki RTH sekurang-kurangnya 3.675,4 hektare atau 20 persen dari total luas kota.
Irfan menyebut banjir adalah konsekuensi dari kebijakan pembangunan yang tidak berkelanjutan. Menurutnya kebijakan lingkungan haruslah berupa solusi untuk mencegah, bukan sekadar menyalurkan bantuan saat terjadi bencana.
“Banjir ini merupakan hasil dari pengabaian pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan. Tata kelola kota harus segera dibenahi untuk mencegah bencana serupa di masa depan,” tambahnya.
Walhi Lampung
banjir Bandar Lampung
Pemkot
RTH Bandar Lampung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
