BNPT Tegaskan Terorisme Bertentangan dengan Agama Islam
Dwi Des Saputra
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Brigjen R. Ahmad Nurwahid mengatakan radikalisme dan terorisme tidak ada kaitan dengan agama apapun.
Menurutnya, tidak ada agama di dunia ini yang membenarkan tindakan teroris yang merasa paling benar, paling suci dan agamis.
Selain itu juga acapkali playing victim dan merasa paling dizalimi dengan menghalalkan segala cara serta yang tidak sepaham dengan mereka halal darahnya.
"Tindakan terorisme, radikalisme sungguh bertentangan dengan Islam yang rahmatan lil alamin, menjunjung toleransi dan keberagaman," kata Ahmad dalam acara silaturahmi dan dialog kebangsaan di Hotel Emersia, Bandarlampung, Kamis (16/12/2021) malam.
Silaturahmi juga dihadiri Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Lampung, Pengurus Indonesia Tionghoa, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Lampung, Paguyuban Cirebon, FKUB, PWI Lampung, dan perwakilan Adat Lampung.
Masing-masing organisasi memberikan pemahamannya dan kondisi tentang terorisme, ekstremisme dan radikalisme yang terjadi di Lampung.
Tokoh Islam Lampung Bukhori Muslim mengatakan bahwa kelompok yang memiliki paham ekstremisme dan radikalisme tidak perlu lagi ditanggapi.
"Tadinya saya meladeni, justru saya akhirnya dimusuhi. Akhirnya ada yang menasihati saya untuk tidak meladeni mereka," ujarnya.
Sementara, Ketua PWI Lampung terpilih Wirahadikusumah mengatakan bahwa Dewan Pers telah menetapkan 13 poin dalam pedoman liputan terorisme.
Pedoman peliputan terorisme itu diterbitkan oleh Dewan Pers melalui Peraturan Dewan Pers Nomor 01/Peraturan-DP/IV/2015 tentang Pedoman Peliputan Terorisme.
BNPT
Terorisme
Agama Islam
Radikalisme
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
