Temuan Belatung di MBG di Tanggamus, Sekolah Diminta Ikut Cek Makanan Siswa
Rimadani Eka Mareta
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Pemprov Lampung melalui Satuan Tugas Percepatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Provinsi Lampung menaruh perhatian serius atas temuan makanan berbelatung yang disajikan oleh salah satu Satuan Pemberi Pangan Gizi (SPPG) di sekolah di Tanggamus
Satgas menegaskan telah menyiapkan standar operasional prosedur (SOP) agar kasus serupa tidak terulang.
“Kalau ada makanan yang ditemukan berbelatung, kepala sekolah wajib menolak dan mengembalikan ke penyedia. Tidak boleh didiamkan, karena ini menyangkut keselamatan anak-anak,” tegas Ketua Satgas Percepatan Program MBG Lampung, Saipul, saat diwawancarai di ruang kerjanya, Kamis 25 September 2025.
Baca Juga:
Menurutnya, langkah cepat telah ditempuh Satgas sesuai arahan Gubernur Lampung.
Instruksi diberikan kepada Satgas kabupaten untuk turun langsung, sementara Dinas Kesehatan melalui Puskesmas diminta memastikan penanganan kesehatan jika ada siswa yang terdampak.
“Sekolah juga harus aktif mengecek sebelum makanan dibagikan. Jangan reaktif berlebihan, tapi juga tidak boleh masa bodoh. Kalau memang ada temuan, harus dilaporkan, diverifikasi, dan ditindaklanjuti sesuai SOP,” kata Saipul.
Baca Juga:
Sementara itu sampai saat ini setidaknya ada 472 SPPG aktif yang ada di Lampung. Bahkan 313 diantaranya telah beroperasi.
“Kalau dihitung dari target total sekitar 776–779 SPPG, artinya kita sudah capai 57 persen. Jumlah penerima manfaat juga sudah lebih dari 1,3 juta siswa,” ujarnya.
Saipul menambahkan, Lampung Timur masih menjadi daerah dengan jumlah SPPG terbanyak, yakni 65 unit, disusul Lampung Tengah dengan 58 unit.
“Program ini tetap berjalan, tapi kualitas pangan tidak boleh diabaikan. Arahan Pak Gubernur jelas: percepatan jalan, pengawasan mutu juga harus ketat,” pungkasnya. (*)
Mbg
makan bergizi gratis
mbg belatung
mbg Lampung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
