Tangani Masalah Sampah di Kota Karang, Pemkot Bandar Lampung dan Mitra Bentala Bahas Ini
Agus Pamintaher
Bandar Lampung
Biaya kerusakan akibat sampah plastik mencapai $281 triliun sejak 2016 sampai 2040 dan sebanyak 20% berada di pesisir laut merupakan limpasan dari daratan.
"Jika tidak ditangani dengan baik, maka akan menimbulkan dampak buruk bagi manusia dan lingkungan. Bahkan dalam jangka panjang, sampah plastik akan menjadi ancaman baik bagi bioderversitas yang ada di pesisir dan laut," ujar Rizani.
Dari data yang ada menurut Rizani, permasalahan sampah plastik tidak saja menjadi permasalahan diberbagai belahan dunia, namun juga di Indonesia.
Sampah plastik yang dihasilkan Indonesia menurut World Bank mencapai 7,8 juta ton setiap tahunnya dan 4,9 juta ton tidak dikelola dengan baik.
Bahkan dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Bandar Lampung, sampah yang dihasilkan pada tahun 2024 mencapai 317.561 ton/tahun.
Sampah plastik yang ada tidak saja membuat kawasan ini menjadi kumuh, namun juga mengganggu kelestarian ekosistem pesisir Kota Bandar Lampung.
"Keberadaan sampah plastik telah mendegradasi sumber daya alam di pesisir seperti mangrove dan terumbu karang," imbuhnya.
Salah satu contoh kasus di wilayah Kota Karang merupakan sentral industri perikanan yang terancam akibat dari limpasan sampah plastik.
Timbunan sampah di Pulau Pasaran, Kelurahan Kota Karang mencapai 149.000 kg per tahun, dengan 64% diantaranya berupa residu plastik. (*)
Sampah
kota karang
Pemkot Bandar Lampung
mitra Bentala
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
