Pemerintah Pusat berencana melaunching Koperasi Desa Merah Putih pada 12 Juli mendatang.
Setidaknya hingga Selasa 17 Juni 2024 tercatat sudah ada 1.796 akta pendirian Kopdes Merah Putih di Lampung telah terbit.
Hal ini disampaikan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Lampung, Samsurijal.
"Dari total 2.561 kelurahan/desa di Lampung seluruhnya sudah melakukan Musdes/Muskel, selanjutnya hasil tersebut yang akan menjadi dasar pembentukan Kopdes Merah Putih. Alhamdulillah hingga 17 Juni sudah 1.796 akta pendirian Kopdes Merah Putih terbit," kata Samsurijal.
Menurutnya jumlah tersebut akan terus bertambah setiap harinya. Mengingat proses pembentukan Kopdes Merah Putih ini melalui Kementerian Hukum yang dilakukan oleh Notaris yang ditunjuk.
"Semua Kopdes di Lampung sudah masuk kedalam tahapan persetujuan pendirian, tapi yang sudah terbit akta nya baru 1.796, ada 800 lebih sisanya masih berproses," lanjutnya.
Targetnya awal Juli 2025 Provinsi Lampung telah merampungkan pendirian akta Kopdes Merah Putih.
Untuk selanjutnya setelah seluruh akta pendirian Kopdes Merah Putih di Lampung telah terbit akan menunggu terlebih dahulu karena akan dilaunching terlebih dahulu secara serentak se-Indonesia pada 12 Juli mendatang.
Selanjutnya kita menunggu terlebih dahulu, karena kita sedang berupaya 100 persen Kopdes Merah Putih telah berbadan hukum, karena akan dilaunching pemerintah pusat bersama hari koperasi pada 12 juli mendatang," tambahnya.
Sementara itu perbedaan Kopdes Merah Putih dan koperasi desa biasa dijelaskan Samsurijal ialah proyek ini merupakan proyek strategis nasional.
Di mana juga program yang menjadi fokus Presiden RI Prabowo Subianto.
"Perbedaan koperasi merah putih tentu berbeda karena masuk dalam proyek strategis nasional, karena diharapkan koperasi merah putih esensi jadi motor ekonomi di masing-masing desa/kelurahan," katanya.
Dalam waktu dekat Samsurijal menyebut akan segera hadir berupa peningkatan kapasitas sdm SDM di pengurus koperasi bersamaan ada program pembiayaan yang akan diterbitkan skemanya oleh bank himbara.
"Jadi memang nantinya Kodes ini menjadi salah satu motor untuk menghidupkan ekonomi desa. Nantinya juga dimungkinkan adanya pembiayaan berupa kredit," tutupnya. (*)