Polemik MBG Lampura Memanas, DPRD Minta Sanksi Tegas untuk SPPG Bermasalah
Furkon Ari
Lampung Utara
Penghentian dilakukan karena menu yang diterima dinilai tidak layak dan tidak memenuhi standar kebutuhan gizi.
Kepala SDS Soekarno-Hatta, Umar Syarif Hidayatullah, menjelaskan keputusan tersebut diambil setelah banyak keluhan dari wali murid terkait kualitas menu MBG dalam beberapa hari terakhir.
"MBG yang kami terima tidak sesuai sehingga wali murid banyak yang mengeluh. Kami memilih menghentikan sementara sampai batas waktu yang belum ditentukan," ujarnya.
Ia mengungkapkan pihak sekolah sebenarnya telah berupaya berkomunikasi dengan SPPG Dapur Tanjung Harapan I yang selama ini mendistribusikan 512 paket MBG ke sekolah tersebut. Namun menurutnya, tanggapan yang diterima tidak memberikan solusi.
"Kami berharap ada tanggapan positif. Bukannya meminta maaf, pihak SPPG justru seolah-olah meminta kami keluar. Mereka mengatakan, ‘Kalau tidak suka silakan keluar’," ujar Umar menirukan ucapan petugas SPPG.
Sementara itu, Kepala SPPG Dapur Tanjung Harapan I Kotabumi Selatan, Dewi Safitri, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp menyatakan penghentian distribusi dilakukan pihak sekolah secara sepihak tanpa koordinasi.
Menurutnya, SPPG tetap mengirimkan paket MBG pada hari tersebut, namun pihak sekolah menolak tanpa pemberitahuan sebelumnya.
"Pihak SPPG hari ini sudah mendistribusikan paket MBG, namun pihak sekolah menolak tanpa adanya pemberitahuan. Jadi hal tersebut dapat dikatakan dilakukan secara sepihak," jelasnya. (*)
MBG
SPPG
Komisi IV DPRD Lampung Utara
SOP
BGN
SDS Soekarno-Hatta
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
