Pemprov Lampung-BI Sinergi Perkuat Ekonomi Desa dan Kendalikan Inflasi
Rimadani Eka Mareta
Bandarlampung
“Kita ingin pastikan suplai pangan selama Ramadan tetap tersedia, tidak terjadi lonjakan inflasi yang tinggi. Ini membutuhkan kolaborasi kuat antara pemerintah, Bank Indonesia, pelaku usaha, dan pasar,” ujar Gubernur.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung Bimo Epyanto menyatakan BI berperan sebagai advisor bagi pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
“Strategi yang kami dorong salah satunya adalah memperkuat lapangan usaha utama Lampung, yaitu sektor pertanian. Kontribusinya besar, namun juga rentan terhadap risiko seperti cuaca ekstrem,” jelas Bimo.
Ia menekankan pentingnya peningkatan produktivitas dan nilai tambah komoditas pertanian melalui pengolahan produk turunan, sehingga tidak hanya habis dikonsumsi sebagai bahan mentah.
“Ini selaras dengan kebijakan pemerintah pusat dan daerah, di mana pertumbuhan ekonomi harus dimulai dari desa. Penguatan ekonomi desa akan berdampak langsung pada kesejahteraan petani,” katanya.
Dengan strategi tersebut, BI optimistis pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung ke depan dapat melampaui capaian tahun sebelumnya.
“Dengan catatan tidak ada gejolak besar dan volatilitas tetap terjaga, pertumbuhan ekonomi Lampung berpotensi berada di kisaran 5,5 hingga mendekati 6 persen,” pungkas Bimo.
Gubernur Lampung
Rahmat Mirzani Djausal
kepala BI
inflasi
komoditas unggul
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
