Pemprov Lampung-BI Sinergi Perkuat Ekonomi Desa dan Kendalikan Inflasi

Rimadani Eka Mareta

Rimadani Eka Mareta

Bandarlampung

5 Februari 2026 15:20 WIB
Pemerintahan | Rilis ID
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal (tengah)/Foto: Rima
Rilis ID
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal (tengah)/Foto: Rima

RILISID, Bandarlampung — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Lampung untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan berkeadilan melalui penguatan sektor-sektor utama, khususnya pertanian dan tata niaga komoditas.

Hal tersebut disampaikan saat diwawancarai di Kantor Gubernur Lampung, Kamis (5/2/2026), usai rapat koordinasi dengan Bank Indonesia (BI).

“Alhamdulillah, kami telah melakukan rapat koordinasi dengan Bank Indonesia. Kami meminta BI untuk terus mendampingi Provinsi Lampung dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi ke depan, sekaligus menjaga keseimbangan agar pertumbuhan tersebut benar-benar berdampak pada kemakmuran masyarakat,” ujar Gubernur.

Menurutnya, pada tahun 2025 Pemerintah Provinsi Lampung telah melakukan pemetaan dan pembenahan terhadap berbagai persoalan yang selama ini menjadi bottleneck atau penghambat pertumbuhan ekonomi daerah. Salah satu fokus utama adalah perbaikan tata niaga berbagai komoditas strategis.

“Permasalahan tata niaga komoditas seperti gabah, singkong, jagung, cabai, hingga pengendalian inflasi sudah mulai kita benahi. Setelah pemetaan ini, kita akan mendorong agar ada nilai tambah yang lebih besar, terutama yang bisa diciptakan di desa,” jelasnya.

Ia mencontohkan, pengendalian inflasi tidak hanya dilakukan dengan menjaga harga, tetapi juga menata keseimbangan antara suplai dan permintaan. Komoditas seperti cabai harus diatur distribusinya agar tidak terjadi kelebihan pasokan maupun kelangkaan.

“Ke depan, kalau kita sedang surplus produksi, maka harus dipikirkan langkah lanjutan seperti hilirisasi atau diversifikasi produk. Ini penting agar petani tetap mendapat nilai tambah,” katanya.

Gubernur juga menyoroti rantai distribusi yang masih panjang dan tidak efisien, seperti pada komoditas jagung dan ayam. Menurutnya, proses produksi hingga pemasaran yang berputar terlalu jauh justru menambah biaya dan mengurangi keuntungan di tingkat desa.

“Hal-hal seperti ini sedang kita racik ulang. Setiap permasalahan kita susun kembali agar menjadi nilai tambah, dan itu dilakukan di desa. Tujuannya agar uang berputar dan tumbuh dari desa,” tegasnya.

Menjelang Ramadan dan Idulfitri, Pemerintah Provinsi Lampung memastikan ketersediaan pasokan pangan tetap terjaga dan inflasi dapat dikendalikan. Pola musiman konsumsi masyarakat serta potensi kenaikan harga sejumlah komoditas strategis telah menjadi perhatian utama.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Rimadani Eka Mareta
Tag :

Gubernur Lampung

Rahmat Mirzani Djausal

kepala BI

inflasi

komoditas unggul

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya