Pelatihan JITUPASNA, Pemkab Pesawaran Tingkatkan Kemampuan Aparatur

Paggy Fajar Dian Pratama

Paggy Fajar Dian Pratama

Pesawaran

19 Juni 2025 20:03 WIB
Pemerintahan | Rilis ID
Pemkab Pesawaran saat menggelar Pelatihan Pengkajian Kebutuhan Pascabencana (JITUPASNA) tahun 2025. Foto: Diskominfo
Rilis ID
Pemkab Pesawaran saat menggelar Pelatihan Pengkajian Kebutuhan Pascabencana (JITUPASNA) tahun 2025. Foto: Diskominfo

RILISID, Pesawaran — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesawaran melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar Pelatihan Pengkajian Kebutuhan Pasca Bencana (JITUPASNA) di Aula Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah, Kamis (19/6/2025).

Kegiatan ini merupakan upaya Pemkab Pesawaran dalam meningkatkan kemampuan aparatur dalam menyusun rencana pemulihan pasca bencana yang tepat, terpadu dan berkelanjutan.

Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Chabrasman mengatakan, pentingnya penguatan kapasitas sumber daya manusia dalam menyusun dokumen rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana yang responsif dan berbasis kebutuhan.

"Pelatihan ini bukan sekadar agenda seremonial, tetapi langkah konkret untuk membangun ketangguhan daerah melalui sinergi dan koordinasi antar perangkat daerah," ujarnya.

Ia menjelaskan, dampak bencana tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga memengaruhi aspek sosial, ekonomi, hingga psikologis masyarakat.

"Oleh karena itu, dibutuhkan pengkajian mendalam dan perencanaan yang matang agar proses pemulihan dapat dilakukan secara tepat sasaran, berbasis data, dan sesuai dengan kondisi lapangan," kata Chabrasman.

Pelatihan JITUPASNA tahun ini diikuti oleh berbagai perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) serta menghadirkan narasumber ahli.

Materi yang disampaikan mencakup manajemen pemulihan pascabencana, penyusunan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi (R3P), serta integrasi dokumen pemulihan ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Sementara itu Kepala Pelaksana BPBD Pesawaran Sopyan Agani menyampaikan, prinsip build back better and safer menjadi landasan utama dalam perencanaan pemulihan, dengan tetap mempertimbangkan kearifan lokal dan upaya pengurangan risiko bencana secara berkelanjutan.

"Melalui pelatihan ini, kami berharap akan terbentuk aparatur yang andal, profesional, dan siap diterjunkan dalam pengkajian kebutuhan pascabencana secara cepat dan terpadu, sehingga memperkuat ketangguhan daerah dalam menghadapi berbagai potensi bencana ke depan," tandasnya. (*)

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Agus Pamintaher
Tag :

BPBD Pesawaran

Sopyan Agani

Chabrasman

Bupati Dendi Ramadhona

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya