Obligasi dan Sukuk Daerah Jadi Solusi Akselerasi Pembangunan Lampung

Rimadani Eka Mareta

Rimadani Eka Mareta

Bandarlampung

18 Mei 2026 15:04 WIB
Pemerintahan | Rilis ID
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal/foto: rima
Rilis ID
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal/foto: rima

RILISID, Bandarlampung — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menilai penerbitan obligasi dan sukuk daerah menjadi salah satu inovasi pembiayaan yang sangat dibutuhkan pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan.

Hal tersebut disampaikan Gubernur saat membuka Sosialisasi Penerbitan Obligasi/Sukuk Daerah kepada Pemerintah Daerah se-Sumatera Bagian Selatan di Ballroom Grand Mercure Lampung, Senin (18/5/2026).

Menurutnya, obligasi dan sukuk daerah merupakan sistem pendanaan berkelanjutan yang melibatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah melalui proyek-proyek nyata yang manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat.

“Ini keren banget. Obligasi dan sukuk daerah adalah salah satu inovasi yang dilakukan OJK dan hari ini sangat dibutuhkan pemerintah daerah untuk melakukan akselerasi pembangunan di daerahnya masing-masing,” ujar Gubernur.

Ia menjelaskan, melalui skema tersebut investor tidak hanya memperoleh keuntungan, tetapi juga dapat melihat langsung proyek yang dibiayai karena bersifat nyata dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

“Ini lebih real daripada investasi karena sasaran pemanfaatannya benar-benar untuk masyarakat banyak,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur menegaskan arah pembangunan ke depan harus kembali pada amanat Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 33, yakni pengelolaan cabang-cabang produksi strategis dan kekayaan alam oleh negara untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Menurutnya, daerah harus lebih mandiri dan inovatif dalam membangun, termasuk mencari alternatif pembiayaan pembangunan melalui obligasi maupun sukuk daerah.

Ia menilai selama ini kekayaan alam di berbagai daerah belum sepenuhnya memberikan manfaat optimal bagi masyarakat karena sebagian besar dikelola pihak swasta tanpa keterlibatan kuat pemerintah daerah sehingga nilai tambah ekonomi banyak keluar dari daerah.

Gubernur mencontohkan sektor pertanian Lampung yang menjadi penopang utama ekonomi daerah. Lampung merupakan salah satu produsen gabah terbesar nasional, namun hasil produksinya masih banyak dikirim keluar daerah untuk diolah sebelum kembali dijual dalam bentuk produk jadi dengan harga lebih tinggi.

Menampilkan halaman 1 dari 3
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Rimadani Eka Mareta
Tag :

Obligasi

sukuk daerah

pemprov Lampung

gubernur Lampung

Rahmat Mirzani Djausal

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya