Lestarikan Budaya, Batik Masuk Kurikulum SMPN 18 Mesuji
Juan Santoso Situmeang
Mesuji
"Karena sanggar menyiapkan peralatan batik, bahannya, dan pematerinya," katanya.
Terakhir, Iskandar menjelaskan kegiatan membatik telah dimasukkan dalam Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) SMP Negeri 18 Mesuji.
Kedepan yang implementasinya dilakukan melalui kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) bertema Kearifan Lokal pada 24 September hingga 7 Oktober 2024.
Mengenai batik, Warto Susilo selaku pengrajin batik sekaligus pemilik Sanggar Batik Assifa Mesuji memberikan apresiasi yang besar dengan adanya program membatik di sekolah.
Selama ini, jelas dia, generasi muda mengetahui tentang batik sudah dalam bentuk produk.
Selain itu, produk pakaian batik SMPN 18 Mesuji yang mengangkat tema kearifan lokal membatik tulis dan cap ini sangat baik sekali.
"Supaya generasi muda semakin cinta dan peduli terhadap batik sebagai warisan leluhur bangsa Indonsesia yang perlu dilestarikan,” tutupnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Mesuji, Andi S.Nugraha, mendukung dan mengapresiasi upaya SMP Negeri 18 Mesuji dalam mengajarkan membatik tulis dan cap kepada peserta didiknya.
Kegiatan mengenalkan dan mengajarkan membatik kepada peserta didik di sekolah, kata Andi, dapat menumbuhkan rasa cinta dan apresiasi generasi muda terhadap batik.
“Kegiatan pembelajaran membatik sangat baik untuk menumbuhkan kreatifitas, mengasah kecerdasan motorik dan turut melestarikan budaya bangsa," ucapnya.(*)
Kabupaten Mesuji
batik nasional
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
