Lestarikan Budaya, Batik Masuk Kurikulum SMPN 18 Mesuji
Juan Santoso Situmeang
Mesuji
RILISID, Mesuji — Sebagai wujud nyata melestarikan budaya Bangsa, SMP Negeri 18 Mesuji, Kecamatan Simpang Pematang, mengajarkan keterampilan batik tulis dan batik cap kepada siswa.
Hal itu juga bertujuan mempertahankan warisan budaya Bangsa Indonesia kepada generasi berikutnya.
Kepala SMP Negeri 18 Mesuji, Iskandar Saputra mengatakan, bahwa batik merupakan salah satu warisan Budaya Indonesia yang diakui dunia melalui Badan PBB yang menangani budaya yakni UNESCO.
Batik ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda (intangible cultural heritage) Indonesia yang diakui dunia.
Lebih jauh, Iskandar menyampaikan berdasarkan cara pembuatannya, batik diidentifikasi menjadi 3 jenis yaitu batik tulis, batik cap dan batik print.
Sedangkan yang diajarkan kepada siswa, kata Iskandar adalah batik tulis dan cap.
"Jenis batik yang diajarkan kepada siswa kelas 7 dan 8 SMP Negeri 18 Mesuji ini, ya batik tulis dan cap," terangnya.
Karena dari tiga jenis pola pembuatan batik, bahan dan pengerjaan masih dirasa sangat lemah adalah pembuatan batik tulis dan cap.
Selain itu, kata kepsek, cara mambuat batik manual dan tradisional itu melatih keterampilan, ketelitian dan kerajinan siswa.
Dalam pelaksanaan membatik, terus Iskandar, SMP Negeri 18 Mesuji bekerjasama dengan Sanggar Batik Assifa milik Warto Susilo.
Kabupaten Mesuji
batik nasional
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
