Darurat Cuaca Ekstrem, BPBD Lampung Barat Ingatkan Risiko Longsor di Empat Kecamatan
Arya Besari
Lampung Barat
RILISID, Lampung Barat — Kabupaten Lampung Barat (Lambar) kini berada dalam kewaspadaan tinggi menyusul intensitas cuaca ekstrem yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memperketat pemantauan di sejumlah wilayah yang dinilai paling rentan terhadap dampak hidrometeorologi, terutama potensi longsor di kawasan perbukitan.
Kepala BPBD Lambar Padang Priyo Utomo mengatakan, ketidakstabilan cuaca yang terjadi belakangan ini telah meningkatkan risiko bencana secara signifikan.
Menurutnya, gejala hidrometeorologi seperti hujan berintensitas tinggi, debit air yang naik mendadak, hingga pergerakan tanah dapat muncul sewaktu-waktu tanpa tanda awal yang jelas.
“Cuaca ekstrem saat ini melanda sebagian besar wilayah Lampung. Kondisi hidrometeorologi sangat sulit diprediksi, sehingga kami meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan,” kata Padang Priyo Utomo, Senin (1/12/2025).
Ia menegaskan, potensi terbesar datang dari wilayah perbukitan yang rentan terhadap pergerakan tanah.
Empat kecamatan masuk zona merah longsor, yakni Balik Bukit, Belalau, Batu Ketulis, dan Pagar Dewa. Kondisi tanah labil akibat curah hujan tinggi dinilai memperbesar peluang terjadinya longsor.
“Kami mengimbau masyarakat di wilayah perbukitan untuk lebih waspada, terutama ketika hujan turun dengan durasi lama. Tanda-tanda seperti retakan tanah atau kemiringan tebing yang berubah harus segera dilaporkan,” imbuhnya.
Di sisi lain, BPBD juga memberi perhatian pada potensi banjir yang dapat muncul mendadak di daerah hilir.
Aktivitas masyarakat di sekitar sungai, curug, dan danau diminta dilakukan dengan kehati-hatian tinggi karena debit air bisa naik tiba-tiba ketika hujan mengguyur kawasan hulu.
BPBD Lampung Barat
Peringatan Dini
Cuaca Ekstrem
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
