Darurat Cuaca Ekstrem, BPBD Lampung Barat Ingatkan Risiko Longsor di Empat Kecamatan
Arya Besari
Lampung Barat
“Kita tidak tahu kapan hujan intensitas tinggi turun di hulu, sementara wilayah hilir bisa terdampak kenaikan debit air dengan cepat,” jelas Padang.
Ia juga meminta warga melengkapi diri dengan peralatan keselamatan jika tetap beraktivitas di area berisiko, serta menghindari kegiatan yang dapat membahayakan keselamatan pribadi selama cuaca masih tidak stabil hingga akhir Desember.
“Keselamatan harus menjadi prioritas. Kami mengimbau warga tidak melakukan aktivitas yang berpotensi membahayakan diri maupun keluarga,” tegasnya.
Untuk merespons potensi “darurat cuaca ekstrem” ini, BPBD menyiagakan seluruh personel, baik di tingkat pekon maupun kabupaten.
Koordinasi dengan aparat desa, relawan, dan satgas lapangan terus diperkuat agar respons dapat dilakukan dengan cepat.
“Kami memantau kondisi lapangan setiap hari. Pembaruan data risiko sangat penting agar penanganan yang kami lakukan tepat sasaran,” kata Padang.
Ia menegaskan kembali pentingnya laporan cepat dari masyarakat mengenai tanda-tanda bencana, seperti retakan tanah baru, pergeseran bangunan, suara gemeretak di lereng, atau perubahan aliran sungai yang tidak biasa.
“Tindakan cepat akan sangat membantu mencegah timbulnya korban. Karena itu, kami berharap masyarakat tidak menunda untuk melaporkan setiap gejala yang mencurigakan,” ujarnya.
Padang Priyo Utomo menambahkan bahwa Pemkab Lampung Barat akan terus meningkatkan kesiapsiagaan selama potensi cuaca ekstrem masih berlangsung.
“Cuaca masih tidak stabil dan potensi bencana dapat muncul kapan saja. Kami berharap masyarakat tetap waspada dan tidak mengabaikan imbauan ini,” pungkasnya. (*)
BPBD Lampung Barat
Peringatan Dini
Cuaca Ekstrem
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
