Hingga April 2025, Lampung Sumbang Rp3,59 Triliun Cuan ke Kas Negara
Tampan Fernando
Bandar Lampung
Rincian Belanja Negara yaitu Belanja K/L sebesar Rp2,13 triliun, atau 24,58% dari pagu, turun -31,38% (yoy) seiring kebijakan efisiensi anggaran.
Sedangkan Transfer ke Daerah (TKD) telah tersalur sebesar Rp7,74 triliun, atau 33,57% dari target salur, naik 8,87% (yoy).
“Fokus terhadap TKD ini menunjukkan bahwa dukungan fiskal untuk urusan daerah Lampung tetap menjadi prioritas,” ujarnya.
Ke depan, efisiensi anggaran yang telah dilaksanakan Kementerian/Lembaga akan ditransmisikan kembali ke regional Lampung menjadi belanja yang langsung menyentuh masyarakat melalui program prioritas pemerintah.
Antara lain Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Sekolah Rakyat, pemeriksaan kesehatan gratis, dan lainnya.
Adapun percepatan Penyaluran TKD ditopang oleh penyaluran Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp5,13 triliun, tumbuh 4,26% (yoy); Dana Bagi Hasil (DBH) sebesar Rp142,48 miliar, tumbuh 61,48% (yoy).
Kemudian Dana Alokasi Khusus Nonfisik (DAK NF) sebesar Rp1,43 triliun, tumbuh 36,13% (yoy); Dana Desa Rp1 triliun, terkontraksi –2,12% (yoy); dan Insentif Fiskal Rp26,56 miliar, tumbuh 48,17% (yoy).
Sementara defisit anggaran terus melanjutkan tren menyempit. Pada akhir bulan April tercatat defisit sebesar Rp6,27 triliun, atau menyempit -15,97% (yoy).
“Indikator ini mencerminkan kinerja positif penerimaan yang ditopang Bea Keluar Pungutan Ekspor serta pengelolaan belanja yang lebih efisien,” jelasnya.
“Defisit menggambarkan peran APBN sebagai peredam guncangan (shock absorber) atas dampak ketidakpastian perekonomian global untuk menjaga daya beli masyarakat Lampung,” tutupnya. (*)
pendapatan negara
Pendapatan Lampung
DJPb Lampung
PAD Lampung
pajak Lampung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
