Gubernur Mirza: Kepemimpinan Harus Berangkat dari Cinta dan Amanah

Rimadani Eka Mareta

Rimadani Eka Mareta

Bandarlampung

8 Februari 2026 15:29 WIB
Pemerintahan | Rilis ID
Foto Biro Adpim Setda Provinsi Lampung
Rilis ID
Foto Biro Adpim Setda Provinsi Lampung

RILISID, Bandarlampung —Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan pandangannya terkait kepemimpinan dengan mengutip sabda Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam saat menghadiri Rapat Koordinasi Optimalisasi Aset dan Inovasi Layanan di Kantor Gubernur Lampung, Rabu (5/2/2026).

Ia menegaskan bahwa kepemimpinan sejati lahir dari hubungan timbal balik antara pemimpin dan rakyatnya.
“Pemimpin yang baik adalah mereka yang mencintai rakyatnya, dan dicintai oleh rakyatnya,” ujar Gubernur yang akrab disapa Mirza tersebut.
Mirza menambahkan, perubahan merupakan keniscayaan, dan hanya individu maupun institusi yang mampu menyesuaikan diri yang dapat bertahan, termasuk dalam tata kelola pemerintahan.
Ia mengajak jajaran birokrasi untuk memahami peran dan posisi masing-masing, sekaligus merenungkan makna amanah jabatan yang diemban.
“Kita perlu sadar, posisi kita ini sebagai apa, peran kita apa, dan apa manfaat yang bisa kita berikan. Jabatan yang Allah titipkan ini harus membawa kebaikan,” katanya.
Menurut Mirza, pemimpin pada hakikatnya adalah pelayan masyarakat yang diberi kepercayaan untuk menghadirkan manfaat sebesar-besarnya bagi publik.
“Terlepas ada atau tidaknya APBD, pastikan jabatan yang bapak dan ibu emban benar-benar memberi dampak bagi masyarakat Lampung,” ujarnya melanjutkan.
Ia juga mengibaratkan pemerintah sebagai orang tua bagi masyarakat. Seperti halnya orang tua, pemerintah harus memahami kebutuhan, harapan, dan arah masa depan warganya.
“Kita ini orang tua bagi masyarakat Lampung. Kita harus punya visi, mau membawa masyarakat ini ke arah yang lebih baik seperti apa,” tuturnya.
Mirza menepis pandangan bahwa segala sesuatu harus sempurna sebelum melangkah. Ia menilai, dalam mendidik dan membangun, cinta dan kepedulian merupakan fondasi utama.
“Orang tua tidak harus menunggu kaya untuk mendidik anaknya. Yang paling utama itu cinta. Kalau sudah ada rasa peduli, barulah perencanaan, pelaksanaan program, dan pengambilan kebijakan didukung oleh data,” jelasnya.
Menutup sambutannya, Mirza kembali mengingatkan pesan Rasulullah SAW tentang keberkahan bagi mereka yang ditetapkan Allah sebagai pembuka jalan-jalan kebaikan bagi sesama.
Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Rimadani Eka Mareta
Tag :

Gubernur Lampung

Rahmat Mirzani Djausal

kepemimpinan

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya