Duduk Bareng 160 Pengusaha, Iyay Mirza Jamin Permudah Perizinan Investasi
Rimadani Eka Mareta
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan komitmen Pemerintah Daerah dalam memperkuat iklim usaha sekaligus mendongkrak pertumbuhan perekonomian di Lampung.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dalam Acara Ngopi Pagi Pelaku Usaha dan Pemerintah Provinsi Lampung, yang berlangsung di Mahan Agung, Bandar Lampung, Rabu (26/11/2025).
Dalam kesempatan itu, Iyay Mirza -sapaan akrab Gubernur Mirza, mengungkapkan akan mendukung pengusaha yang akan berinvestasi di Lampung.
"Intinya kami yakin ke depan untuk tumbuh lebih baik, lebih bagus, lebih maju harus ada kolaborasi dari segala macam semua sektor dari masyarakat, terutama dari sektor pengusaha. Kita akan mendorong bagaimana bagi pengusaha untuk lebih maju, lebih luas, investasi yang lebih aman dan kita akan jamin secara regulasi dan lain-lain," kata Mirza.
Kegiatan yang juga sebagai forum silaturahmi, dialog, dan penyampaian arah kebijakan pembangunan daerah kepada kalangan dunia usaha.
Pertemuan ini menjadi forum komunikasi untuk memperkuat kolaborasi pemerintah dan dunia usaha, sejalan dengan arah pembangunan Provinsi Lampung 2025–2029 yang mengusung visi “Bersama Lampung Maju Menuju Indonesia Emas”, dengan fokus pada pertumbuhan ekonomi inklusif, penguatan SDM unggul, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui tata kelola pemerintahan yang berintegritas dan pembangunan berkelanjutan.
Struktur perekonomian Provinsi Lampung pada 2024 menunjukkan posisi yang kuat di tingkat regional, di mana Lampung menempati peringkat ke-4 terbesar di Sumatera dengan nilai PDRB mencapai Rp483,8 triliun.
“Perekonomian Provinsi Lampung menempati posisi ke-4 terbesar di Sumatera dengan nilai PDRB yang mencapai Rp483,8 triliun. Hal ini didorong oleh komposisi ekonomi yang didominasi pada sektor pertanian sebagai penopang utama”
Tiga sektor dominan yang menopang PDRB adalah pertanian, industri pengolahan, dan perdagangan, dengan kontribusi mencapai 59,39 persen. Padi merupakan salah satu komoditas unggulan pertanian Lampung, dengan produksi mencapai 2,79 juta ton dan nilai ekonomi Rp19,5 triliun, menjadikannya salah satu penopang terbesar sektor pangan daerah serta peringkat ke-6 nasional.
Melalui forum diskusi tersebut, Pemprov Lampung menegaskan penguatan hilirisasi dan agroindustri sebagai arah strategis pembangunan daerah.
Gubernur Lampung
Rahmat Mirzani Djausal
iyay mirza
pengusaha
Perizinan Investasi
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
