Diduga Tidak Tepat Sasaran, APH Diminta Usut Dugaan Penyimpangan BBM Bersubsidi di Lambar
Anton Suryadi
Lampung barat
“Jangan sampai ada permainan juga di SPBU Pasar Liwa. Meskipun antreannya tidak separah di Batu Brak, tapi tetap saja kalau distribusinya tidak benar, rakyat yang jadi korban,” kata Wahyu seorang warga Balik Bukit.
Masyarakat mendesak aparat penegak hukum (APH) dan pemerintah daerah segera turun tangan.
Mereka berharap ada investigasi menyeluruh agar dugaan permainan oknum dalam penyaluran BBM subsidi bisa segera dibongkar.
“Kalau memang ada oknum yang terlibat, harus ditindak tegas. Jangan dibiarkan karena ini merugikan masyarakat kecil,” tegas seorang warga Batu Brak lainnya.
Selain itu, warga juga meminta pemerintah daerah berkoordinasi dengan Pertamina untuk menambah pasokan BBM di SPBU yang rawan antrean. D
engan begitu, kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi tanpa harus mengantre berjam-jam.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Pertamina belum memberikan keterangan resmi terkait terbatasnya pasokan BBM subsidi dan Pemerintah Kabupaten juga belum mengumumkan langkah konkret untuk mengatasi persoalan ini.
Fenomena antrean panjang kendaraan di SPBU Lambar menjadi bukti masih adanya masalah serius dalam distribusi BBM bersubsidi.
Tanpa penanganan tegas, kondisi ini berpotensi terus berulang dan menimbulkan ketidakadilan bagi masyarakat.
Masyarakat menegaskan, BBM subsidi adalah hak warga yang membutuhkan, khususnya golongan kurang mampu.
Lambar
SPBU
Antrian
BBM
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
