Diduga Tidak Tepat Sasaran, APH Diminta Usut Dugaan Penyimpangan BBM Bersubsidi di Lambar
Anton Suryadi
Lampung barat
Namun kenyataan di lapangan menunjukkan hal sebaliknya.
Banyak warga kurang mampu tidak bisa menikmati BBM subsidi, padahal mereka sangat bergantung pada bahan bakar ini untuk aktivitas sehari-hari.
“BBM subsidi ini jelas diperuntukkan bagi rakyat kecil, tapi kenyataannya kami justru sering tidak kebagian. Malah banyak dijual lagi di luar dengan harga lebih tinggi,” ujar salah seorang sopir angkot di Liwa.
Kondisi ini menimbulkan keresahan masyarakat, karena selain merugikan pengendara, antrean panjang di SPBU juga mengganggu aktivitas ekonomi warga, mulai dari distribusi barang hingga transportasi umum.
Banyak kendaraan akhirnya terpaksa putar balik karena tidak kuat menunggu antrean.
Beberapa sopir angkot bahkan mengurangi jumlah perjalanan harian akibat sulit mendapatkan bahan bakar.
Selain di SPBU Pekon Kembahang, persoalan serupa juga terjadi di SPBU Pasar Liwa, Kecamatan Balik Bukit.
Meskipun antrean tidak sepanjang di Kembahang, namun pengendara tetap harus mengantre cukup lama untuk bisa mendapatkan solar maupun pertalite.
Antrean di SPBU Pasar Liwa tidak sampai menutup badan jalan, namun warga tetap menilai masalah distribusi BBM subsidi di sana perlu diperiksa lebih lanjut.
Mereka meminta aparat penegak hukum melakukan penyelidikan untuk memastikan distribusi BBM tepat sasaran.
Lambar
SPBU
Antrian
BBM
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
